berita

Lapas Cibinong Perkuat Pembinaan Melalui Pelestarian Seni Tradisional Sunda

Jumat, 17 Juli 2026 | 01:54 WIB
Lapas Cibinong Perkuat Pembinaan Melalui Pelestarian Seni Tradisional Sunda

BOGOR, MAHATVA.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus menghadirkan program pembinaan yang inovatif melalui pelestarian budaya lokal. Kali ini, warga binaan mengikuti latihan kesenian tradisional Sunda Lengser, salah satu warisan budaya yang sarat nilai etika, kebijaksanaan, dan penghormatan terhadap tradisi, Kamis (16/7/2026).

Program pembinaan tersebut terlaksana berkat kolaborasi antara Lapas Kelas IIA Cibinong dengan Sanggar Seni Putra Binekas dari Paguyuban Kesenian Sunda Kabupaten Bogor.

Dalam pelaksanaannya, para peserta mendapatkan materi mulai dari sejarah dan filosofi seni Lengser hingga praktik gerakan secara langsung. Melalui pendekatan tersebut, warga binaan tidak hanya mempelajari teknik pertunjukan, tetapi juga memahami nilai-nilai karakter yang terkandung dalam seni tradisional Sunda.

Pelatih Sanggar Seni Putra Binekas, Deden, mengapresiasi semangat warga binaan selama mengikuti latihan.

"Kami melihat semangat dan kesungguhan yang luar biasa dari warga binaan dalam mempelajari seni Lengser. Seni tradisional bukan sekadar pertunjukan, tetapi juga mengajarkan etika, karakter, dan penghormatan terhadap budaya. Kami berharap keterampilan ini menjadi bekal positif ketika mereka kembali ke tengah masyarakat," ujar Deden.

Menurutnya, pelestarian seni tradisional menjadi langkah penting agar warisan budaya tidak tergerus perkembangan zaman. Selain menjadi media hiburan, seni Lengser juga mengandung nilai moral yang dapat membentuk karakter seseorang.

Sementara itu, Kepala Sub Seksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Kasubsi Bimkemaswat) Lapas Cibinong, Ricky Robby Rizkiawan, menegaskan bahwa pembinaan berbasis seni budaya merupakan bagian dari strategi membangun karakter warga binaan agar menjadi pribadi yang lebih positif, kreatif, dan produktif.

"Kami mendukung penuh kegiatan latihan seni tradisional ini karena menjadi salah satu media pembinaan yang efektif. Warga binaan tidak hanya memperoleh pembinaan mental dan spiritual, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengenal, mencintai, serta melestarikan budaya Sunda sebagai bagian dari identitas bangsa," katanya.

Ricky menjelaskan, seni budaya memiliki peran penting dalam menumbuhkan rasa percaya diri, kedisiplinan, tanggung jawab, serta memperkuat kebersamaan di antara warga binaan. Keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan diharapkan menjadi bekal saat mereka kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen Lapas Kelas IIA Cibinong dalam menghadirkan pembinaan yang tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga pelestarian budaya bangsa.

Melalui pendekatan yang humanis, warga binaan diberikan ruang untuk mengembangkan potensi diri, memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal, serta mempersiapkan diri menjadi pribadi yang mandiri dan mampu berkontribusi positif setelah menyelesaikan masa pidana.

Terkini