berita

ASN Pemkab Bogor Manfaatkan WFA Antar Anak Hari Pertama Sekolah

Kamis, 16 Juli 2026 | 13:52 WIB
ASN Pemkab Bogor Manfaatkan WFA Antar Anak Hari Pertama Sekolah

BOGOR, MAHATVA.ID – Hari pertama masuk sekolah menjadi momen istimewa bagi banyak keluarga, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor. Kebijakan Work From Anywhere (WFA) atau fleksibilitas kerja dimanfaatkan sejumlah ASN untuk mengantarkan anak mereka memasuki hari pertama sekolah sekaligus mendampingi pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Rabu (15/7/2026).

Kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut dari imbauan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) melalui Surat Menteri PANRB Nomor B/257/M.KT.02/2026 tentang fleksibilitas pelaksanaan tugas kedinasan bagi ASN yang mendampingi anak pada hari pertama masuk sekolah.

Melalui pengaturan fleksibilitas kerja tersebut, ASN sebagai orang tua tetap dapat mendampingi anak di hari pertama sekolah tanpa mengurangi profesionalisme, produktivitas, maupun kualitas pelayanan publik.

Pemerintah menilai kehadiran orang tua, khususnya ayah, memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kedekatan emosional antara orang tua dan anak pada momen awal memasuki dunia pendidikan.

ASN Pemkab Bogor Apresiasi Kebijakan WFA

Salah seorang ASN Pemkab Bogor, Rahmat Hidayat, memanfaatkan kebijakan WFA untuk mengantarkan putra pertamanya yang mulai bersekolah di SDN Sirnagalih 05, Kecamatan Tamansari.

Rahmat mengaku momen tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi dirinya sebagai orang tua.

"Saya merasa sangat senang dan bangga karena untuk pertama kalinya dapat mengantarkan anak pertama saya memasuki jenjang Sekolah Dasar. Momen ini sangat berkesan dan penuh makna, tidak hanya bagi anak, tetapi juga bagi saya sebagai orang tua. Ada rasa haru, bangga, sekaligus bahagia melihat anak memulai perjalanan pendidikannya," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kebijakan Kementerian PANRB yang memberikan fleksibilitas kerja kepada ASN.

"Saya mengapresiasi kebijakan Kementerian PANRB yang memberikan fleksibilitas bekerja melalui skema WFA bagi ASN yang mengantarkan anak di hari pertama sekolah. Kebijakan ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak pada momen awal memasuki dunia pendidikan, sekaligus tetap menjaga keseimbangan antara tanggung jawab sebagai ASN dan sebagai orang tua," katanya.

Rahmat berharap seluruh sekolah mampu menyelenggarakan MPLS yang edukatif, menyenangkan, serta bebas dari praktik perundungan.

"Semoga MPLS benar-benar menjadi kegiatan yang edukatif, ramah anak, menyenangkan, dan bebas dari segala bentuk perundungan maupun tindakan yang tidak mendidik," ungkapnya.

SDN Sirnagalih 05 Terapkan Konsep Sekolah Ramah Anak

Sementara itu, Kepala SDN Sirnagalih 05, Johan Sri Wahyudi, menjelaskan bahwa seluruh rangkaian MPLS dirancang menggunakan konsep Sekolah Ramah Anak agar peserta didik baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara nyaman.

"MPLS kami mengusung konsep Sekolah Ramah Anak. Kami ingin menghadirkan proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan sehingga anak-anak merasa nyaman sejak hari pertama berada di sekolah," jelas Johan.

Selain mengenalkan lingkungan sekolah, guru, dan fasilitas pendidikan, peserta didik baru juga diperkenalkan dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler unggulan.

Halaman:

Terkini