BOGOR, MAHATVA.ID – Program ketahanan pangan yang dikembangkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong kembali mendapat perhatian. Kali ini, Tim Kampung Pertanian Terpadu Kwartir Nasional Gerakan Pramuka melakukan kunjungan studi tiru ke Lapas Cibinong untuk mempelajari program pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan sekaligus menjajaki peluang kolaborasi di masa mendatang, Senin (13/7/2026).
Rombongan dipimpin Koordinator Kampung Pertanian Terpadu Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Septy Diana, bersama jajaran koordinator bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan urban farming.
Kedatangan mereka disambut jajaran Lapas Cibinong di Ruang Sekretariat WBK/WBBM. Kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai implementasi program ketahanan pangan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian warga binaan, meliputi sektor pertanian, peternakan, perikanan, hingga kegiatan kepramukaan yang dikembangkan di lingkungan lapas.
Usai sesi pemaparan, rombongan diajak meninjau berbagai fasilitas pembinaan, mulai dari Kebun Inovasi hingga Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Giatja.
Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat secara langsung keterlibatan warga binaan dalam mengelola sektor pertanian, peternakan, dan perikanan yang menghasilkan produk bernilai ekonomis sekaligus menjadi bekal keterampilan setelah kembali ke masyarakat.
Kepala Seksi Bimbingan Narapidana/Anak Didik (Binadik) Lapas Kelas IIA Cibinong mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperluas jejaring kerja sama sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi pembinaan yang telah dikembangkan di Lapas Cibinong.
"Kunjungan ini menjadi ruang untuk saling belajar, bertukar pengalaman, sekaligus membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Kami berharap sinergi dengan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dapat memperkuat program pembinaan kemandirian sehingga semakin memberikan manfaat bagi warga binaan dan masyarakat," ujarnya.
Koordinator Kampung Pertanian Terpadu Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Septy Diana, mengapresiasi berbagai program pembinaan yang dijalankan Lapas Cibinong.
Menurutnya, konsep pengelolaan ketahanan pangan yang dipadukan dengan pembinaan keterampilan merupakan praktik baik yang layak dikembangkan di berbagai daerah.
"Kami melihat program yang dilaksanakan di Lapas Cibinong sangat terstruktur dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan keterampilan warga binaan. Besar harapan kami kolaborasi antara Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan Lapas Cibinong dapat terus terjalin, khususnya dalam pengembangan pertanian, peternakan, perikanan, urban farming, serta pembinaan kepramukaan," ungkap Septy Diana.
Sebagai penutup kegiatan, Lapas Cibinong menyerahkan cendera mata berupa produk hasil program ketahanan pangan, yaitu bebek frozen, kepada rombongan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi mengenai tata kelola program, strategi pemberdayaan warga binaan, pola pemasaran hasil produksi, hingga pengembangan unit usaha produktif sebagai bagian dari keberlanjutan program ketahanan pangan.
Kunjungan studi tiru ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat sinergi antara Lapas Kelas IIA Cibinong dan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dalam mengembangkan program pembinaan yang produktif, berkelanjutan, serta mendukung upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional.