Usai laga, Salah bahkan tampak menitikkan air mata sebagai luapan emosi atas keberhasilan timnya mencatat sejarah baru di Piala Dunia.
Argentina memasuki pertandingan ini dengan catatan delapan kemenangan beruntun, di mana mereka selalu mampu mencetak sedikitnya dua gol dalam setiap kemenangan tersebut.
Meski statistik tersebut menunjukkan dominasi Albiceleste, sepak bola kerap menghadirkan hasil di luar prediksi.
Mesir memang masih memiliki pekerjaan rumah di sektor pertahanan setelah selalu kebobolan dalam enam pertandingan terakhir. Namun, Argentina juga baru memperlihatkan bahwa mereka tidak mudah mengatasi tim yang mampu memberikan perlawanan sengit.
Kehadiran Mohamed Salah bersama Omar Marmoush menjadi ancaman nyata bagi lini belakang Argentina apabila juara bertahan itu kehilangan konsentrasi.
Pertemuan ini juga diperkirakan menjadi salah satu kesempatan terakhir publik menyaksikan duel dua ikon sepak bola dunia, Lionel Messi dan Mohamed Salah, di panggung Piala Dunia.
Bagi Argentina, kemenangan berarti menjaga peluang mempertahankan gelar juara dunia. Sementara bagi Mesir, laga ini menjadi kesempatan melanjutkan sejarah yang telah mereka ukir dengan mencapai babak 16 besar untuk pertama kalinya.