berita

AHY: Pembangunan Nasional Harus Berakar pada Sejarah dan Budaya, Dukung Penguatan Kesultanan di Sumatra Utara

Sabtu, 4 Juli 2026 | 15:07 WIB
AHY: Pembangunan Nasional Harus Berakar pada Sejarah dan Budaya, Dukung Penguatan Kesultanan di Sumatra Utara
  • Pengembangan destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya.

  • Pelestarian warisan Kesultanan Melayu.

  • AHY menilai, pembangunan ekonomi dan pelestarian budaya harus berjalan beriringan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

    "Kesultanan telah menjaga warisan sejarah ini selama berabad-abad. Kini tugas kita bersama untuk memastikan warisan tersebut menjadi kekuatan dalam membangun masa depan Sumatra Utara yang lebih sejahtera," tegas AHY.

    Dihadiri Delapan Sultan Sumatra Timur

    Silaturahmi tersebut dihadiri para pemimpin dari delapan Kesultanan Sumatra Timur, yaitu:

    • Tengku Zainul Abiddin (Kesultanan Kualuh Leidong)

    • Tuanku Tengku Ahmad Thala'a (Kesultanan Serdang)

    • Tengku Faradiba (Kesultanan Bilah)

    • Tuanku Mahmud Aria Lamantjiji (Kesultanan Deli)

    • Tengku David Syah (Kesultanan Panai)

    • Tengku Irvan Bahran (Kesultanan Kota Pinang)

    • Tengku Arievanda Azis (Kesultanan Langkat)

    • Tengku Muhammad Alvin Anda Abdul Jalil Rahmadsyah (Kesultanan Asahan)

    Turut hadir Pemangku Agung Syarifuddin Siba, tokoh masyarakat Melayu Sumatra Utara Irwansyah Lubis, serta sejumlah akademisi dan cendekiawan Muslim Sumatra Utara.

    Melalui forum tersebut, pemerintah berharap kolaborasi antara pemerintah, kesultanan, akademisi, dan masyarakat dapat memperkuat pembangunan berbasis budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Sumatra Utara.

    Halaman:

    Terkini