berita

Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar Industri B50, Perkuat Transisi Energi dan Ketahanan Energi Nasional

Sabtu, 4 Juli 2026 | 07:38 WIB
Elnusa Petrofin Salurkan Perdana Biosolar Industri B50, Perkuat Transisi Energi dan Ketahanan Energi Nasional

Jakarta, MAHATVA.ID – PT Elnusa Petrofin (EPN), anak perusahaan PT Elnusa Tbk (ELSA) yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, resmi melakukan penyaluran perdana Biosolar Industri B50 dari Fuel Terminal Indonesia Bulk Terminal (IBT) Pulau Laut, Kalimantan Selatan, kepada sektor industri. Langkah ini menjadi tonggak penting dalam implementasi program mandatori B50 nasional sekaligus memperkuat upaya transisi energi dan ketahanan energi berbasis sumber daya domestik.

Program tersebut merupakan bagian dari strategi besar Pertamina Group dalam meningkatkan pemanfaatan bahan bakar nabati (biofuel) serta mendukung target pemerintah menuju kemandirian energi nasional.

Dukung Implementasi Mandatori B50 Nasional

Penyaluran Biosolar Industri B50 dilakukan sebagai tindak lanjut dari Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 257.K/EK.01/MEM.E/2026 tertanggal 17 Juni 2026, mengenai kewajiban pencampuran biodiesel sebesar 50 persen (B50) pada bahan bakar minyak jenis solar yang didukung pembiayaan oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

Sebagai bagian dari rantai logistik energi Pertamina Group, Elnusa Petrofin memastikan kesiapan operasional terminal, proses pencampuran (blending), hingga distribusi Biosolar Industri B50 kepada pelanggan sektor industri.

Distribusi Perdana Dilakukan di Pulau Laut

Tahapan implementasi dimulai dengan penerimaan perdana Fatty Acid Methyl Ester (FAME) spesifikasi B50 pada 1 Juli 2026 menggunakan kapal MT Link Ocean.

Selanjutnya, pada 2 Juli 2026, dilakukan penyaluran perdana Biosolar Industri B50 kepada kapal OB Ocean Brave untuk pelanggan VHS Patra Logistik.

Momentum ini menandai kesiapan infrastruktur logistik energi nasional dalam mendukung kebijakan pemerintah memperluas penggunaan biodiesel di sektor industri.

Elnusa Petrofin Tegaskan Komitmen Dukung Transisi Energi

Direktur Operasi & Marketing PT Elnusa Petrofin, Ferdiansyah, mengatakan implementasi penyaluran perdana Biosolar Industri B50 menjadi bukti nyata sinergi Pertamina Group dalam mendukung agenda strategis pemerintah menuju transisi energi yang berkelanjutan.

"Program mandatori B50 merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi berbasis sumber daya dalam negeri. Elnusa Petrofin bangga dapat menjadi bagian dari ekosistem Pertamina Group dalam mendukung penyaluran perdana Biosolar Industri B50, khususnya bagi sektor pertambangan yang memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Ini merupakan bentuk kontribusi kami dalam memastikan transformasi energi dapat berjalan secara andal, aman, dan berkelanjutan," ujar Ferdiansyah.

Menurutnya, keberhasilan implementasi ini membuktikan kesiapan infrastruktur serta kapabilitas operasional Elnusa Petrofin dalam mendukung berbagai program strategis Pertamina, termasuk agenda dekarbonisasi nasional.

Didukung Teknologi Automatic Inline Blending

Fuel Terminal IBT Pulau Laut yang dikelola Elnusa Petrofin telah dilengkapi fasilitas Automatic Inline Blending (ILB) yang memungkinkan proses pencampuran biodiesel dilakukan secara otomatis di dalam pipa.

Teknologi tersebut memiliki kapasitas alir antara 250 hingga 1.000 kiloliter per jam, sehingga mampu menghasilkan proses blending yang presisi, efisien, dan memenuhi standar mutu pemerintah sebelum didistribusikan kepada pelanggan industri.

Menurut Ferdiansyah, perusahaan terus mengedepankan prinsip Operational Excellence serta standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dalam setiap aktivitas operasional.

"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan Operational Excellence dan aspek HSSE yang unggul dalam setiap aktivitas operasional. Dukungan teknologi, kompetensi sumber daya manusia, dan tata kelola operasional yang terintegrasi menjadi fondasi utama kami dalam memastikan distribusi energi masa depan dapat berjalan secara efisien dan memenuhi standar kualitas terbaik," tambahnya.

Halaman:

Terkini