Demikian pula pihak PT AMA Air belum mengeluarkan pernyataan mengenai peristiwa yang menewaskan salah satu pilotnya tersebut.
Insiden ini kembali menyoroti situasi keamanan di wilayah Papua, khususnya di daerah pegunungan yang masih kerap mengalami gangguan dari kelompok bersenjata.
Sebelumnya, pada Februari 2023, kelompok bersenjata di Papua juga menculik pilot asal Selandia Baru Phillip Mehrtens setelah mendarat di wilayah Nduga. Pilot tersebut akhirnya dibebaskan pada September 2024 setelah lebih dari satu tahun berada dalam penyanderaan.
Pemerintah bersama aparat keamanan hingga kini terus melakukan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas keamanan sekaligus melindungi aktivitas penerbangan perintis yang menjadi jalur vital distribusi logistik bagi masyarakat di pedalaman Papua.