berita

Pilot AS Nicholas F. Goselin Tewas Ditembak di Papua, TNI Berhasil Evakuasi Jenazah dari Yahukimo

Sabtu, 4 Juli 2026 | 07:22 WIB
Pilot AS Nicholas F. Goselin Tewas Ditembak di Papua, TNI Berhasil Evakuasi Jenazah dari Yahukimo

Papua Pegunungan, MAHATVA.ID – Seorang pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat (AS) bernama Nicholas F. Goselin dilaporkan tewas setelah mengalami serangan bersenjata sesaat usai mendarat di Lapangan Terbang Ipdeheik, Kampung Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7/2026).

Jenazah korban berhasil dievakuasi oleh Koops TNI Habema pada Jumat (3/7/2026) setelah aparat terlebih dahulu mengamankan lokasi pendaratan melalui operasi khusus di wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Nicholas F. Goselin merupakan pilot yang bekerja untuk PT AMA Air, maskapai yang melayani penerbangan perintis ke sejumlah wilayah terpencil di Papua.

Perusahaan tersebut diketahui mengangkut logistik penting seperti bahan makanan, bahan bakar, hingga surat untuk masyarakat di daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Sebelum insiden terjadi, korban sempat melaporkan telah berhasil mendarat di Lapangan Terbang Ipdeheik. Namun tidak lama kemudian, komunikasi dengan pilot terputus.

Saat penerbangan berlangsung, pesawat membawa satu pilot dan tujuh penumpang.

Wakil Komandan Operasi Habema, Brigadir Jenderal TNI Riyanto, mengatakan proses evakuasi dilakukan setelah pasukan berhasil mengamankan area landasan udara.

Sebanyak 10 personel Koops TNI Habema diterjunkan dalam operasi tersebut untuk mengevakuasi jenazah korban dari lokasi kejadian.

Operasi berlangsung dengan pengamanan ketat mengingat wilayah tersebut masih dikategorikan sebagai daerah rawan gangguan keamanan.

Sementara itu, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) melalui juru bicaranya, Sebby Sambom, mengklaim bertanggung jawab atas penembakan pilot serta pembakaran pesawat.

Dalam keterangannya, Sebby Sambom menyebut pesawat tersebut dianggap sering digunakan untuk mendukung mobilisasi personel militer Indonesia ke wilayah yang mereka sebut sebagai "zona merah".

TPNPB juga menyatakan akan terus melakukan serangan apabila penerbangan sipil tetap memasuki wilayah yang mereka klaim berada di bawah penguasaan kelompok bersenjata.

Mereka menyebut aksi tersebut merupakan pesan kepada Pemerintah Indonesia maupun Amerika Serikat terkait konflik bersenjata yang masih berlangsung di Papua.

Hingga berita ini diterbitkan, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut.

Halaman:

Terkini