JAKARTA, MAHATVA.ID – Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan keberhasilan mengaktifkan kembali sumur idle C-12 Lapangan Banyu Urip yang sebelumnya ditutup karena tingginya kandungan gas dan air. Berkat penerapan teknologi injeksi bahan kimia khusus, sumur tersebut kini kembali menghasilkan produksi minyak yang signifikan.
Djoko Siswanto menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan tersebut yang dinilai menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan produksi minyak nasional tanpa harus melakukan pengeboran sumur baru.
"Alhamdulillah, sumur idle C-12 Lapangan Banyu Urip yang sebelumnya ditutup karena kandungan gas dan airnya sangat tinggi, kini berhasil diproduksikan kembali dengan hasil yang sangat baik," ujar Djoko Siswanto.
Sebelumnya, Sumur C-12 dihentikan operasinya karena memiliki Gas Oil Ratio (GOR) yang sangat tinggi, mencapai 3.950 scf per barel, serta kandungan air (water cut) sekitar 54 persen, sehingga produksi minyak dinilai tidak lagi ekonomis.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, dilakukan injeksi bahan kimia khusus ke dalam reservoir melalui sumur produksi. Material tersebut masuk ke lubang perforasi dan berfungsi menyumbat jalur aliran gas maupun air sehingga produksi yang keluar didominasi oleh minyak.
Hasilnya cukup menggembirakan.
Produksi sumur kini mencapai sekitar 3.700 barel minyak per hari (BOPD), dengan kandungan gas berhasil ditekan menjadi 500 scf per barel, sedangkan kandungan air turun drastis menjadi hanya 9 persen.
Dengan kondisi tersebut, produksi minyak bersih (net oil) yang dihasilkan mencapai sekitar 3.500 BOPD.
Djoko Siswanto mengatakan keberhasilan di Sumur C-12 membuka peluang penerapan metode serupa terhadap sumur-sumur idle lainnya di Lapangan Banyu Urip.
Menurutnya, saat ini masih terdapat sekitar lima sumur idle yang memiliki karakteristik serupa dan berpotensi diaktifkan kembali menggunakan teknologi tersebut.
"Masih ada sekitar lima sumur idle yang dapat dikerjakan dengan metode serupa di Banyu Urip," jelasnya.
SKK Migas berharap performa produksi Sumur C-12 dapat tetap stabil hingga akhir tahun sehingga memberikan tambahan produksi minyak nasional secara berkelanjutan.
Djoko Siswanto juga berharap keberhasilan ini dapat direplikasi pada sumur-sumur lainnya sehingga mampu meningkatkan lifting minyak nasional.
"Mohon doa semoga Sumur C-12 dapat mempertahankan produksinya hingga akhir tahun dan sumur-sumur lainnya juga dapat dikerjakan dengan hasil yang sama bahkan lebih baik. Aamiin YRA," tutup Djoko Siswanto.