berita

Sekolah Rakyat di Jasinga Siap Tampung 1.080 Siswa, Ini Fasilitasnya

Senin, 29 Juni 2026 | 14:52 WIB
Sekolah Rakyat di Jasinga Siap Tampung 1.080 Siswa, Ini Fasilitasnya

BOGOR, MAHATVA.ID – Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, memasuki tahap akhir menjelang dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027. Proyek strategis nasional tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2026 sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Berdiri di atas lahan seluas sekitar 6,96 hektare dengan ketinggian 161 meter di atas permukaan laut (mdpl), Sekolah Rakyat dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang menggabungkan ruang belajar, asrama, fasilitas olahraga, ruang terbuka hijau, hingga sarana penunjang lainnya dalam satu kompleks.

Sekolah ini diproyeksikan mampu menampung sekitar 1.080 peserta didik mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Selain ruang kelas, kawasan tersebut juga dilengkapi dengan asrama putra dan putri, asrama guru, gedung serbaguna, tempat ibadah, kantin, lapangan olahraga, serta berbagai fasilitas pendukung untuk menunjang proses pembelajaran dan pembentukan karakter siswa.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan akses pendidikan yang berkualitas.

"Pembangunan Sekolah Rakyat ini adalah bentuk nyata komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul. Kementerian PU ingin memastikan fasilitas pendidikan ini dibangun secara cepat dan berkualitas sehingga dapat segera dimanfaatkan masyarakat dan mendukung pemerataan akses pendidikan," ujar Dody.

Menurutnya, pembangunan sarana pendidikan yang memadai merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi yang memiliki daya saing.

Pembangunan Sekolah Rakyat Jasinga menghadapi sejumlah tantangan karena lokasi proyek sebelumnya merupakan kawasan hutan dengan kontur berbukit.

Sebelum pembangunan gedung dimulai, tim pelaksana terlebih dahulu melakukan proses cut and fill selama kurang lebih dua bulan untuk membentuk lahan yang stabil sebagai lokasi pembangunan.

Selain kondisi geografis, curah hujan yang tinggi dan akses menuju lokasi yang cukup sulit juga menjadi tantangan dalam proses distribusi material konstruksi.

Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Jawa Barat, Tomi Hendratno, mengatakan perubahan kawasan tersebut menjadi pusat pendidikan merupakan pencapaian yang cukup besar.

"Kementerian PU mampu mengubah lahan berkontur menjadi pusat pendidikan sekaligus pusat pertumbuhan ekonomi," ujarnya.

Hingga 26 Juni 2026, progres pembangunan fisik Sekolah Rakyat telah mencapai 80,21 persen.

Saat ini pekerjaan difokuskan pada tahap finishing bangunan serta pembangunan dinding penahan tanah untuk menjaga kestabilan lereng di sekitar kawasan sekolah.

Halaman:

Terkini