berita

SKK Migas: Sumur LLA-5 PHE ONWJ Berproduksi 566 BOPD, Target Tembus 1.200 BOPD

Minggu, 28 Juni 2026 | 14:53 WIB
SKK Migas: Sumur LLA-5 PHE ONWJ Berproduksi 566 BOPD, Target Tembus 1.200 BOPD

JAKARTA, MAHATVA.ID – PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berhasil menyelesaikan pengeboran sumur pengembangan LLA-5 di Platform Lima dan mencatatkan produksi awal sebesar 566 barel minyak per hari (BOPD). Produksi tersebut diproyeksikan meningkat hingga sekitar 1.200 BOPD setelah proses clean-up sumur selesai dilakukan.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, menjelaskan bahwa pengeboran sumur LLA-5 dimulai pada 27 April 2026 dan selesai pada 22 Juni 2026 menggunakan Rig PV-Drilling II dengan total durasi pekerjaan selama 67 hari.

Menurut Djoko, waktu pengeboran menjadi lebih panjang dari rencana akibat kendala teknis berupa peralatan yang tersangkut (stuck) di dalam sumur. Kondisi tersebut mengharuskan tim melakukan proses pengangkatan peralatan serta sidetrack sebelum pengeboran dapat dilanjutkan.

"Pemboran ini agak lama karena terjadi peralatan stuck di dalam sumur sehingga harus diambil dan dilakukan sidetrack," ujar Djoko Siswanto.

Sumur LLA-5 dibor secara miring (directional drilling) dengan target lapisan LL-30 pada interval 4.745 hingga 4.752 feet Measured Depth (ftMD).

Setelah seluruh tahapan pengeboran selesai, PHE ONWJ melaksanakan uji produksi sebelum sumur resmi mulai berproduksi (Production on Stream/POP) pada 26 Juni 2026.

Hasil uji awal menunjukkan produksi mencapai 566 BOPD menggunakan metode gas lift dengan kandungan air sekitar 4 persen.

Saat ini perusahaan masih melakukan proses clean-up sumur guna mengoptimalkan aliran fluida dari reservoir.

Djoko Siswanto optimistis setelah proses clean-up selesai, produksi minyak dari sumur LLA-5 dapat meningkat hingga sekitar 1.200 BOPD, atau hampir empat kali lipat dari target awal sebesar 300 BOPD.

Peningkatan produksi tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap upaya peningkatan lifting minyak nasional.

Dari sisi investasi, Djoko mengungkapkan bahwa biaya pengeboran sumur LLA-5 terealisasi sebesar 95 persen dari Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui SKK Migas senilai US$13.375.335.

Selain efisiensi biaya, seluruh kegiatan pengeboran juga berhasil diselesaikan tanpa kecelakaan kerja (zero accident).

"Kami mohon doa agar produksi sumur ini dapat mencapai target sekitar 1.200 BOPD sesuai yang diharapkan," ujar Djoko Siswanto.

Halaman:

Terkini