BOGOR, MAHATVA.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus menunjukkan komitmennya dalam memenuhi hak beribadah bagi seluruh Warga Binaan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah rutin bagi Warga Binaan yang beragama Buddha di Wihara Yang Xin Lapas Cibinong, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan ibadah dipimpin oleh Romo Teguh dari Vihara Sri Mahashakara Gunung Putri yang memberikan pembinaan Dhamma kepada para Warga Binaan. Dalam khotbahnya, Romo Teguh mengajak peserta untuk menumbuhkan kebijaksanaan, kesabaran, dan kasih sayang dalam menjalani kehidupan, sekaligus memanfaatkan masa pembinaan sebagai kesempatan memperbaiki diri.
Kasubsi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) Lapas Kelas IIA Cibinong, Ricky Robby Rizkiawan, mengatakan pembinaan kerohanian merupakan salah satu aspek penting dalam membentuk karakter positif Warga Binaan agar siap kembali ke tengah masyarakat.
"Pembinaan keagamaan menjadi sarana bagi Warga Binaan untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus membangun kesadaran diri. Kami terus berupaya menghadirkan pelayanan pembinaan yang inklusif bagi seluruh Warga Binaan sesuai agama dan keyakinannya, sehingga mereka memiliki bekal moral, mental, dan spiritual yang kuat sebagai modal utama dalam proses reintegrasi sosial serta menjalani kehidupan yang lebih bertanggung jawab setelah bebas," ujar Robby.
Menurutnya, pemenuhan hak beribadah merupakan bagian dari sistem pembinaan pemasyarakatan yang bertujuan membangun pribadi Warga Binaan menjadi lebih baik melalui penguatan nilai-nilai moral dan spiritual.
Sementara itu, Romo Teguh mengingatkan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik melalui penerapan ajaran Dhamma dalam kehidupan sehari-hari.
"Masa pembinaan hendaknya dimanfaatkan untuk melatih kesabaran, mengendalikan diri, dan memperbanyak perbuatan baik. Perubahan yang dimulai dari dalam diri menjadikan masa pembinaan sebagai momentum untuk melakukan refleksi, memperbaiki diri, dan mempersiapkan kehidupan yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat," pesan Romo Teguh.
Salah seorang Warga Binaan berinisial YC mengaku bersyukur dapat mengikuti pembinaan kerohanian secara rutin selama menjalani masa pidana di Lapas Cibinong.
"Ibadah ini memberikan ketenangan batin dan semangat bagi saya untuk terus memperbaiki diri. Saya belajar menerima keadaan dengan lebih bijaksana serta berusaha menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya," ungkap YC.
Melalui pembinaan kerohanian yang dilaksanakan secara berkesinambungan, Lapas Kelas IIA Cibinong terus menghadirkan layanan pembinaan yang menghormati keberagaman agama dan keyakinan sebagai bagian dari pemenuhan hak-hak Warga Binaan.
Program ini diharapkan mampu membentuk pribadi yang berkarakter, memiliki pengendalian diri, serta siap kembali berkontribusi secara positif di tengah masyarakat setelah menyelesaikan masa pembinaan.