berita

Sekda Bogor Tegaskan Perang Melawan Narkoba, Kabupaten Bogor Jadi Pionir Bimtek P4GN

Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:26 WIB
Sekda Bogor Tegaskan Perang Melawan Narkoba, Kabupaten Bogor Jadi Pionir Bimtek P4GN

BOGOR, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor memperingati Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2026 dengan menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Akselerasi Fasilitator Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Ruang Serbaguna I Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, BNN, aparat penegak hukum, pemerintah desa, dunia pendidikan, hingga masyarakat dalam menghadapi ancaman penyalahgunaan narkotika yang dinilai semakin kompleks.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menegaskan bahwa penyalahgunaan narkoba merupakan ancaman serius bagi Kabupaten Bogor yang memiliki jumlah penduduk lebih dari enam juta jiwa serta wilayah yang luas dan terbuka.

Menurut Ajat, pemberantasan narkoba tidak dapat dibebankan hanya kepada BNN maupun aparat penegak hukum, melainkan menjadi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

"Kita harus menggunakan semangat perang terhadap narkoba, bukan sekadar pencegahan biasa, karena dampaknya menghancurkan masa depan generasi bangsa," tegas Ajat.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Bupati Bogor berkomitmen penuh mendukung seluruh program P4GN. Salah satunya melalui program "Kami Mendengar", yang melibatkan kepala perangkat daerah, camat hingga lurah sebagai pembina upacara di sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba sekaligus menyerap aspirasi dunia pendidikan.

Ajat menilai sinergi lintas sektor menjadi kunci utama dalam menyelamatkan generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Sementara itu, Kepala BNN Kabupaten Bogor, Kombes Pol. Anggun Cahyono, mengungkapkan bahwa Kabupaten Bogor menjadi daerah pertama di Indonesia yang melaksanakan Bimbingan Teknis Fasilitator P4GN sejak program tersebut diluncurkan oleh BNN RI bersama Kementerian Desa.

"Alhamdulillah, berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor, Kabupaten Bogor menjadi pionir pelaksanaan Bimtek Fasilitator P4GN. Kami berharap langkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia dalam memperkuat pencegahan narkoba berbasis masyarakat," ujar Anggun.

Melalui program tersebut, sebanyak 32 personel BNN akan diterjunkan untuk mendampingi 32 Desa dan Kelurahan Bersinar sebagai ujung tombak edukasi, deteksi dini, serta penguatan ketahanan masyarakat terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika.

Menurut Anggun, keberadaan fasilitator di tingkat desa dan kelurahan diharapkan mampu memperkuat sistem pencegahan sejak dini sehingga peredaran gelap narkoba dapat ditekan secara lebih efektif.

Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI) 2026 ini sekaligus menjadi penguatan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan Kabupaten Bogor yang bersih dari narkoba serta melindungi generasi muda sebagai aset pembangunan daerah dan bangsa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Penguatan Lembaga Rehabilitasi Komponen Masyarakat BNN RI Brigjen Pol. Dr. Syamsul Bahar, M.Kes., Kepala BNN Kabupaten Bogor Kombes Pol. Anggun Cahyono, S.I.K., unsur Forkopimda, perangkat daerah, para camat, kepala desa, lurah, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Terkini