berita

Kemenhub Dorong Perlindungan dan Kompetensi Pelaut Indonesia Hadapi Industri Global

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:00 WIB
Kemenhub Dorong Perlindungan dan Kompetensi Pelaut Indonesia Hadapi Industri Global

JAKARTA, MAHATVA.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut menegaskan komitmennya memperkuat perlindungan, kesejahteraan, dan daya saing pelaut Indonesia dalam rangkaian peringatan Hari Pelaut Sedunia (Day of the Seafarer) 2026 yang resmi dibuka melalui Maritime Expo di Jakarta.

Peringatan tahun ini mengusung tema global dari International Maritime Organization (IMO), "Carrying World Trade, Carrying the Risks", yang menyoroti peran strategis pelaut sebagai penggerak perdagangan dunia sekaligus profesi dengan tingkat risiko tinggi.

Wakil Menteri Perhubungan, Suntana, mengatakan pelaut memiliki kontribusi besar dalam menjaga kelancaran rantai pasok dan perdagangan internasional. Namun di balik peran tersebut, para pelaut harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari cuaca ekstrem, risiko kecelakaan kerja, hingga harus berpisah dengan keluarga dalam waktu yang lama.

Karena itu, menurutnya, negara memiliki tanggung jawab untuk memastikan para pelaut memperoleh perlindungan, jaminan keselamatan kerja, serta kesejahteraan yang layak.

"Bekerja di atas kapal berarti berhadapan dengan cuaca ekstrem, jauh dari keluarga dalam waktu berbulan-bulan, hingga ancaman kecelakaan di laut. Untuk itu saya sangat mengapresiasi dedikasi, keberanian, dan pengabdian Pelaut Indonesia. You are the Heroes of the Oceans," ujar Suntana.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Laut, Muhammad Masyhud, mengungkapkan Indonesia saat ini tercatat sebagai salah satu dari lima negara pemasok pelaut terbesar di dunia dengan jumlah sekitar 1,6 juta pelaut.

Menurutnya, potensi besar tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing di industri pelayaran global yang semakin kompetitif dan berbasis teknologi.

"Pemerintah terus memperkuat sistem sertifikasi kepelautan, digitalisasi pelayanan, serta pengawasan implementasi standar internasional seperti STCW Convention dan Maritime Labour Convention (MLC) 2006. Selain itu, perlindungan terhadap hak-hak pelaut, keselamatan kerja, kesehatan, dan kesejahteraan juga menjadi prioritas utama," tegas Masyhud.

Ia menjelaskan, penguatan kualitas pelaut juga dilakukan melalui pembinaan terhadap lebih dari 100 lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan di berbagai daerah.

Pemerintah terus mendorong peningkatan kualitas fasilitas pendidikan, simulator pelayaran, kapasitas instruktur, serta penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri maritim modern.

"Fasilitas simulator terus kami tingkatkan, kualitas instruktur diperkuat, dan kurikulum diselaraskan dengan kebutuhan industri maritim global," katanya.

Selain penyelenggaraan Maritime Expo pada 23–24 Juni 2026, rangkaian Hari Pelaut Sedunia juga diisi berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan pelaut dan keluarganya.

Kegiatan tersebut meliputi pemberian persetujuan (approval) kepada lembaga pendidikan dan pelatihan kepelautan, santunan dan asuransi bagi keluarga pelaut, layanan kesehatan, donor darah, hingga pelayanan dokumen kepelautan.

Pada puncak peringatan 25 Juni 2026, Kementerian Perhubungan akan menggelar Strategic Maritime Forum 2026, sebagai wadah dialog strategis antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan pemangku kepentingan sektor maritim.

Halaman:

Terkini