berita

TB Hasanuddin Minta Evaluasi Latsarmil SPPI Usai Tiga Peserta Meninggal Dunia

Jumat, 26 Juni 2026 | 13:45 WIB
TB Hasanuddin Minta Evaluasi Latsarmil SPPI Usai Tiga Peserta Meninggal Dunia

Jakarta, MAHATVA.ID – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, menyampaikan keprihatinan mendalam atas bertambahnya jumlah peserta Program Sarjana Penggerak Pembangun Indonesia (SPPI) yang meninggal dunia saat mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil). Ia meminta pemerintah melakukan evaluasi secara serius terhadap pelaksanaan program tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Diketahui, hingga saat ini tercatat tiga peserta SPPI yang dipersiapkan menjadi calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNPM) meninggal dunia saat mengikuti rangkaian latihan dasar kemiliteran.

Menurut TB Hasanuddin, peristiwa tersebut harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap desain pelatihan yang diterapkan kepada para peserta.

"Kalau memang peserta dipersiapkan untuk jabatan manajerial di Koperasi Desa, maka fokus utama sebaiknya diberikan pada pelatihan manajemen koperasi, penguatan kapasitas organisasi, dan pelatihan teknis yang relevan. Pelatihan militer cukup diberikan pada tingkat dasar dan terbatas saja," ujar TB Hasanuddin dalam keterangan tertulis, Kamis (25/6/2026).

Mayjen TNI (Purn) itu menjelaskan, pelatihan dasar yang dimaksud dapat diarahkan untuk membangun disiplin, kekompakan, serta kebersamaan melalui kegiatan seperti baris-berbaris, santiaji, apel, dan senam pagi.

Namun demikian, ia menekankan seluruh peserta wajib menjalani pemeriksaan kesehatan secara ketat sebelum mengikuti aktivitas fisik.

"Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan secara benar dan ketat oleh tim dokter. Jika proses skrining kesehatan tidak akurat, maka ketika peserta mengikuti latihan dengan beban fisik tertentu dapat menimbulkan risiko yang fatal," tegasnya.

Tiga Peserta SPPI Dilaporkan Meninggal

Berdasarkan informasi yang beredar, tiga peserta SPPI yang meninggal dunia yakni:

  • Anisa Muyassaroh asal Balikpapan yang dilaporkan mengalami heat stroke dan henti jantung.

  • Yonanda Muhammad Taufiq asal Baturaja yang meninggal akibat cardiac arrest (henti jantung).

  • Novia Rahmadhani Sihotang asal Jakarta yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan akibat gangguan kesehatan yang dikaitkan dengan tuberkulosis (TBC).

Atas peristiwa tersebut, TB Hasanuddin meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme seleksi kesehatan, intensitas latihan, pengawasan medis selama pelaksanaan kegiatan, hingga kesesuaian materi pelatihan dengan tugas yang akan dijalankan peserta setelah lulus.

"Kasus ini perlu ditindaklanjuti melalui evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme seleksi kesehatan, tingkat intensitas latihan, pengawasan medis selama kegiatan, serta kesesuaian materi pelatihan dengan kebutuhan tugas peserta," katanya.

Ia menegaskan bahwa keselamatan peserta harus menjadi prioritas utama dalam setiap program peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

Halaman:

Terkini