berita

Pengamat Energy: Blackout Terjadi Karena Masalah Pembangkit, Regulasi ESDM Perlu Direvisi

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:21 WIB
Pengamat Energy: Blackout Terjadi Karena Masalah Pembangkit, Regulasi ESDM Perlu Direvisi

Jakarta, MAHATVA.ID – Pengamat Energy, Saiful Amari, menilai peristiwa blackout atau pemadaman listrik berskala besar pada dasarnya berakar pada persoalan pembangkit listrik. Menurutnya, ketersediaan pembangkit yang memadai menjadi faktor utama dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.

Saiful menjelaskan bahwa sistem kelistrikan PLN secara sederhana terdiri dari empat komponen utama, yakni pembangkit, transmisi, distribusi, dan pelanggan. Dari seluruh rantai tersebut, pembangkit merupakan elemen paling krusial.

“PLN itu simpel. Ada pembangkit, transmisi, distribusi, dan pelanggan. Nomor satu adalah pembangkit. Kalau tidak ada pembangkit, kurang pembangkit, atau pembangkit mati, maka bisa terjadi blackout. Transmisi dan distribusi tidak menjadi faktor utama dalam kondisi seperti itu,” ujar Saiful Amari.

Menurutnya, ketika terjadi gangguan besar pada sistem kelistrikan, perhatian utama harus diarahkan pada sektor pembangkitan. Sebab, keberadaan pembangkit yang cukup dan andal akan menentukan stabilitas pasokan listrik secara keseluruhan.

Regulasi ESDM Dinilai Hambat Pengembangan Pembangkit

Saiful juga menyoroti regulasi di sektor energi yang dinilai masih menjadi kendala dalam pembangunan pembangkit baru, baik yang dimiliki oleh PLN maupun pihak swasta.

Ia menilai berbagai aturan yang berlaku saat ini perlu disederhanakan agar investasi dan pembangunan pembangkit listrik dapat berjalan lebih cepat dan masif.

“Pembangkit PLN saat ini pembangunannya tertekan dan terkunci oleh regulasi yang ada di Kementerian ESDM. Yang perlu dilakukan adalah mengubah regulasinya dan mempermudah perizinannya agar pembangkit-pembangkit, baik milik PLN maupun swasta, bisa bertambah banyak,” katanya.

Perbanyak Pembangkit untuk Cegah Blackout

Lebih lanjut, Saiful menegaskan bahwa penambahan kapasitas pembangkit merupakan langkah strategis untuk mencegah terulangnya blackout di masa mendatang.

Menurutnya, jika jumlah pembangkit mencukupi dan tersebar merata, maka sistem transmisi dan distribusi akan lebih mudah dikembangkan melalui jaringan interkoneksi yang kuat antarwilayah.

“Kalau pembangkit sudah banyak, tidak akan pernah terjadi lagi yang namanya blackout. Transmisi dan distribusi akan mengikuti jumlah pembangkit yang tersedia. Kita bisa membangun interkoneksi yang lebih baik. Jadi fokus utamanya adalah memperbaiki regulasi yang ada di ESDM,” tegasnya.

Saiful berharap pemerintah dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap regulasi sektor ketenagalistrikan guna mempercepat pembangunan pembangkit baru dan memperkuat ketahanan energi nasional di tengah meningkatnya kebutuhan listrik masyarakat dan dunia usaha.

Terkini