berita

PLN Minta Maaf atas Pemadaman Bergilir di Jawa, Percepat Pasokan Batu Bara dan Pemulihan Sistem Kelistrikan

Senin, 22 Juni 2026 | 13:59 WIB
PLN Minta Maaf atas Pemadaman Bergilir di Jawa, Percepat Pasokan Batu Bara dan Pemulihan Sistem Kelistrikan

JAKARTA, MAHATVA.ID – Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terjadinya pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa. PLN mengakui gangguan tersebut telah menimbulkan berbagai kesulitan bagi masyarakat dan berkomitmen mempercepat pemulihan sistem kelistrikan agar pasokan listrik kembali normal.

Dalam konferensi pers yang digelar Sabtu (20/6/2026), Darmawan menegaskan bahwa PLN memahami dampak yang dirasakan masyarakat akibat gangguan sistem kelistrikan tersebut.

“PT PLN (Persero) ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir. Kami memahami kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dengan adanya peristiwa ini,” ujar Darmawan.

Sebagai langkah percepatan pemulihan, PLN mulai menyalurkan batu bara kalori menengah (medium rank coal) ke sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Pulau Jawa. Pasokan energi primer tersebut diharapkan mampu memperkuat operasional pembangkit sekaligus menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.

Menurut Darmawan, distribusi batu bara dilakukan baik ke PLTU milik PLN maupun pembangkit yang dikelola mitra perusahaan atau Independent Power Producer (IPP).

“Saat ini proses penyaluran batu bara kalori menengah mulai mengalir ke PLTU di seluruh Pulau Jawa,” jelasnya.

Untuk wilayah Jawa Barat, pasokan batu bara telah disalurkan ke PLTU Lontar, PLTU Labuan, PLTU Suralaya I hingga VIII, PLTU Jawa VII, PLTU Jawa IX dan X, serta PLTU Indramayu. Sementara di wilayah Jawa Timur, pasokan mulai mengalir ke PLTU Paiton I dan II, PLTU Paiton IX, PLTU Rembang, PLTU Pacitan, serta PLTU Tanjung Awar-Awar.

Di tengah upaya pemulihan tersebut, PLN juga menghadapi tantangan berupa gangguan teknis pada dua pembangkit listrik besar milik mitra perusahaan yang terpaksa keluar dari sistem kelistrikan Jawa. Meski belum merinci identitas pembangkit tersebut, Darmawan memastikan PLN bersama pengelola pembangkit terus bekerja untuk mempercepat proses perbaikan.

“Kami mengerahkan tim PLN bersama mitra agar perbaikan dua PLTU besar ini bisa berjalan cepat dan lancar sehingga dapat kembali memasok listrik ke sistem kelistrikan Jawa,” katanya.

Selain mempercepat perbaikan pembangkit, PLN juga mempercepat proses penandatanganan kontrak dengan pemasok batu bara yang mendapat penugasan pemerintah, khususnya untuk pasokan batu bara kalori menengah.

PLN saat ini terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) guna mempercepat pemenuhan kebutuhan batu bara bagi pembangkit listrik.

Darmawan turut mengapresiasi dukungan pemerintah dan berbagai pihak yang membantu proses pemulihan sistem kelistrikan. Ia optimistis dengan tambahan pasokan batu bara serta dukungan kebijakan dari Kementerian ESDM, keandalan sistem kelistrikan di Pulau Jawa dapat segera kembali normal.

“Dengan adanya alokasi batu bara kalori menengah dan arahan dari Menteri ESDM, kami akan melakukan pembenahan agar proses penyediaan tenaga listrik berjalan lebih andal dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Terkini