berita

KNPI Jasinga Soroti Krisis Irigasi Usai Panen Padi Minim Hasil di Desa Bagoang

Minggu, 21 Juni 2026 | 04:54 WIB
KNPI Jasinga Soroti Krisis Irigasi Usai Panen Padi Minim Hasil di Desa Bagoang

BOGOR, MAHATVA.ID – Program ketahanan pangan berbasis swadaya yang digagas Pengurus Kecamatan (PK) KNPI Jasinga bersama Kelompok Tani Dasa Mitra Mandiri menuntaskan masa tanam dengan menggelar panen padi di Kampung Tarisi, Desa Bagoang, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Sabtu (20/6/2026). Namun, hasil panen yang diperoleh jauh dari harapan akibat persoalan irigasi yang hingga kini belum tertangani secara optimal.

Ketua PK KNPI Jasinga, Ama Dery, mengatakan rendahnya produktivitas pertanian yang terjadi tidak semata-mata disebabkan musim kemarau, melainkan akibat terganggunya distribusi air ke lahan pertanian karena kerusakan dan penyumbatan saluran irigasi.

"Persoalan hari ini bukan hanya kekeringan, tetapi bagaimana penanganan saluran irigasi pascabencana di Kecamatan Jasinga yang belum maksimal. Banyak sawah di wilayah hilir seperti Desa Bagoang dan Desa Pangaur mengalami kekeringan karena saluran irigasi tersumbat sedimentasi, ditumbuhi rumput, bahkan mengalami kerusakan," ujar Ama Dery usai kegiatan panen.

Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan memberikan dampak serius terhadap kehidupan masyarakat yang mayoritas menggantungkan mata pencaharian dari sektor pertanian.

Ia menilai apabila lahan pertanian terus mengalami penurunan produktivitas, maka berpotensi memunculkan persoalan sosial baru berupa meningkatnya angka pengangguran di pedesaan.

Program Ketahanan Pangan Jadi Gambaran Kondisi Petani

Melalui program ketahanan pangan yang dijalankan di Kampung Tarisi, KNPI Jasinga berupaya merasakan langsung berbagai tantangan yang selama ini dihadapi para petani.

Dari lahan seluas sekitar dua kotak sawah yang ditanami padi, hasil panen yang diperoleh dinilai tidak sebanding dengan tenaga, waktu, dan biaya yang telah dikeluarkan.

"Kami yang baru sekali menanam saja sudah merasakan miris. Apalagi para petani di sini yang sudah enam tahun menghadapi persoalan yang sama," katanya.

Dery mengungkapkan, sejumlah petani bahkan mulai mengalihkan lahan pertaniannya untuk ditanami komoditas lain karena pasokan air tidak lagi mampu menjangkau area persawahan mereka.

Irigasi Sendung-Cidurian-Sodong Perlu Perhatian Serius

Menurut Dery, persoalan irigasi membutuhkan penyelesaian yang serius dan berkelanjutan, terutama melalui dukungan anggaran pemerintah untuk memperbaiki jaringan pengairan yang rusak.

Ia menjelaskan, selama ini pihaknya juga rutin berkomunikasi dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Irigasi Jasinga terkait kondisi saluran irigasi Sendung-Cidurian-Sodong yang menjadi sumber utama pengairan bagi lahan pertanian di sejumlah desa.

"Persoalan irigasi tidak akan selesai tanpa dukungan anggaran. Banyak masyarakat yang bergantung hidup pada sektor pertanian ini," tegasnya.

Hasil panen yang minim pada musim tanam kali ini menjadi gambaran nyata kondisi yang dihadapi para petani di wilayah Jasinga.

Bahkan, berdasarkan keterangan petani setempat, pada tahun 2015 lahan dengan luas yang sama masih mampu menghasilkan beberapa karung gabah. Namun pada panen tahun ini, hasil yang diperoleh bahkan tidak mencapai satu karung gabah.

Halaman:

Terkini