berita

AS Dikabarkan Tolak Permintaan Israel Lihat Isi MoU dengan Iran

Kamis, 18 Juni 2026 | 14:32 WIB
AS Dikabarkan Tolak Permintaan Israel Lihat Isi MoU dengan Iran

JAKARTA, MAHATVA.ID – Pemerintah Amerika Serikat (AS) dilaporkan menolak permintaan Israel untuk melihat isi nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang tengah disiapkan antara Washington dan Teheran terkait upaya mengakhiri konflik serta membuka jalur diplomasi baru antara kedua negara.

Informasi tersebut pertama kali mencuat dari sejumlah sumber yang mengetahui proses negosiasi. Mereka menyebut pemerintahan Presiden Donald Trump memilih tidak membagikan dokumen MoU kepada pemerintah Israel sebelum diumumkan secara resmi kepada publik.

Menurut sumber yang dikutip media internasional, keputusan tersebut didasari kekhawatiran bahwa isi dokumen dapat bocor sebelum waktunya. Pemerintah AS disebut ingin menjaga kerahasiaan proses diplomasi yang masih berlangsung agar tidak mengganggu jalannya negosiasi lanjutan.

Laporan serupa juga disampaikan media Israel yang menyebut Tel Aviv sempat meminta akses terhadap dokumen tersebut, namun permintaan itu tidak dikabulkan oleh pihak Washington.

Meski demikian, pejabat lain dari pemerintahan AS membantah adanya ketegangan terkait persoalan tersebut. Mereka menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap melakukan koordinasi secara intensif dengan para mitra regionalnya, termasuk Israel, selama proses negosiasi dengan Iran berlangsung.

“Amerika Serikat tetap berkoordinasi erat dengan mitra regional kami, termasuk Israel, sepanjang negosiasi,” ujar seorang pejabat AS sebagaimana dikutip media internasional.

Hingga saat ini, isi lengkap MoU AS-Iran belum dipublikasikan secara resmi. Sejumlah laporan menyebut dokumen tersebut akan menjadi dasar bagi proses negosiasi yang lebih luas antara kedua negara.

Beberapa poin yang dikabarkan masuk dalam pembahasan meliputi pembukaan kembali Selat Hormuz, kemungkinan pelonggaran atau pencabutan sejumlah sanksi terhadap Iran, hingga pembahasan mengenai masa depan program nuklir Teheran.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia karena menjadi lintasan utama distribusi minyak dan energi global. Stabilitas kawasan tersebut sangat berpengaruh terhadap perdagangan internasional dan harga energi dunia.

MoU yang tengah disiapkan juga disebut-sebut akan menjadi fondasi bagi perundingan lanjutan antara AS dan Iran dalam upaya mengakhiri ketegangan yang selama bertahun-tahun membayangi hubungan kedua negara.

Sementara itu, komunitas internasional masih menantikan pengumuman resmi terkait isi dan mekanisme pelaksanaan kesepakatan tersebut. Banyak pihak berharap langkah diplomatik ini dapat membuka jalan bagi stabilitas kawasan Timur Tengah dan mencegah eskalasi konflik yang lebih luas di masa mendatang.

Terkini