berita

Gempa Susulan M4,9 Guncang Palu, BMKG Catat 354 Aftershock Pascagempa M6,7

Rabu, 17 Juni 2026 | 13:38 WIB
Gempa Susulan M4,9 Guncang Palu, BMKG Catat 354 Aftershock Pascagempa M6,7

PALU, MAHATVA.ID – Wilayah Palu, Sulawesi Tengah kembali diguncang gempa bumi tektonik pada Rabu (17/6/2026) dini hari. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 01.29.38 WIB dengan magnitudo 4,9.

Episenter gempa berada pada koordinat 1,11° Lintang Selatan dan 120,32° Bujur Timur, tepatnya di darat sekitar 54 kilometer tenggara Kota Palu, Sulawesi Tengah, dengan kedalaman 11 kilometer.

BMKG menjelaskan, berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault).

Berdasarkan hasil pengukuran percepatan tanah dan pemodelan peta guncangan (shakemap), gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas berbeda.

Di wilayah Balinggi, Kabupaten Parigi Moutong, guncangan dirasakan pada skala V MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan hampir seluruh penduduk dan sebagian barang dapat terjatuh.

Sementara itu, di Palolo (Kabupaten Sigi) dan Torue (Kabupaten Parigi Moutong), gempa dirasakan dengan intensitas IV-V MMI. Getaran juga dirasakan di Kota Sigi Biromaru dan Kota Poso dengan skala III MMI.

Sedangkan di Kota Palu, gempa dirasakan pada skala II-III MMI, serta skala II MMI di Kota Donggala dan Pasangkayu.

Hingga laporan ini diterbitkan, BMKG menyatakan belum menerima laporan adanya kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," demikian keterangan BMKG.

BMKG juga mengungkapkan bahwa gempa M4,9 tersebut merupakan bagian dari rangkaian aktivitas susulan pascagempa utama berkekuatan M6,7 yang mengguncang Palu pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27.45 WIB.

Berdasarkan hasil monitoring hingga Rabu (17/6/2026) pukul 01.55 WIB, tercatat telah terjadi sebanyak 354 kali gempa susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar mencapai M5,2.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan BMKG serta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi.

Terkini