berita

AHY: Kampung Mrican Jadi Inspirasi Gerakan Indonesia ASRI

Selasa, 16 Juni 2026 | 19:23 WIB
AHY: Kampung Mrican Jadi Inspirasi Gerakan Indonesia ASRI

YOGYAKARTA, MAHATVA.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan pentingnya pembangunan yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga mampu menciptakan lingkungan yang sehat, hijau, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan AHY saat menyoroti keberhasilan transformasi Kampung Mrican di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang kini menjadi contoh penataan kawasan permukiman berbasis lingkungan melalui pendekatan kreatif bertajuk "Madhep Kali".

Menurut AHY, kolaborasi erat antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan berhasil mengubah kawasan padat dan kumuh menjadi lingkungan hunian yang lebih tertata, sehat, dan asri.

“Melalui kolaborasi erat dan pendekatan kreatif Madhep Kali, kita berhasil menyulap Kampung Mrican di Sleman dari kawasan padat kumuh menjadi lingkungan hunian yang rapi, sehat, dan asri,” ujar AHY.

Ia menilai keberhasilan tersebut dapat menjadi model sekaligus inspirasi bagi pengembangan Gerakan Indonesia ASRI yang tengah didorong pemerintah sebagai cetak biru penataan kawasan permukiman padat penduduk di berbagai daerah.

“Transformasi luar biasa ini menjadi bukti nyata, contoh dan inspirasi untuk Gerakan Indonesia ASRI yang siap menjadi cetak biru bagi penataan permukiman padat penduduk lainnya di seluruh penjuru Nusantara,” katanya.

AHY menjelaskan, konsep pembangunan masa depan harus mengintegrasikan aspek lingkungan hidup dengan pembangunan infrastruktur. Menurutnya, pembangunan tidak hanya sebatas membangun jalan, jembatan, atau fasilitas publik, tetapi juga harus mampu menghadirkan kualitas lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat.

Ia mencontohkan penguatan koridor hijau di ruas Tol Prambanan–Purwomartani yang dikembangkan bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai bagian dari upaya menghadirkan infrastruktur yang ramah lingkungan.

“Pembangunan infrastruktur masa depan bukan hanya infrastruktur fisik, namun harus mampu menghadirkan ekosistem yang sehat, resik, dan asri bagi masyarakat,” jelasnya.

Menurut AHY, keberadaan koridor hijau memiliki berbagai manfaat strategis, mulai dari menyerap emisi karbon, mengurangi polusi udara, hingga mendukung mitigasi perubahan iklim dan mengurangi risiko bencana ekologis.

Selain itu, ruang hijau juga memberikan nilai tambah dari sisi estetika lanskap serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di sekitar kawasan pembangunan.

Melalui sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat, AHY berharap komitmen pelestarian lingkungan dapat diwujudkan dalam aksi nyata yang berkelanjutan.

“Melalui penguatan koridor hijau di ruas Tol Prambanan–Purwomartani bersama Universitas Gadjah Mada, mari kita ubah komitmen pelestarian lingkungan menjadi aksi nyata demi mewujudkan visi Indonesia ASRI yang berkelanjutan,” tegasnya.

Gerakan Indonesia ASRI sendiri menjadi salah satu inisiatif yang mendorong pembangunan berwawasan lingkungan dengan mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, dan pelestarian alam guna menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat Indonesia.

Terkini