BOGOR, MAHATVA.ID – Dampak musim kemarau mulai dirasakan sejumlah wilayah di Kabupaten Bogor. Sedikitnya 137 Kepala Keluarga (KK) atau 443 jiwa di Kampung Ciburial RT 03 RW 03, Desa Karang Tengah, Kecamatan Babakan Madang, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat menurunnya debit sumber mata air dan sumur warga.
Menanggapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terdampak.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam, menjelaskan bahwa kekeringan terjadi akibat berkurangnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir yang menyebabkan sumber air warga mengalami penurunan debit secara signifikan.
"Kondisi tersebut menyebabkan debit mata air dan sumur warga menurun sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tidak terpenuhi secara optimal," ujar Adam dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).
Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Kabupaten Bogor telah mendistribusikan sebanyak 5.000 liter air bersih ke lokasi terdampak. Bantuan tersebut disambut antusias oleh warga yang berbondong-bondong mendatangi truk tangki air dengan membawa ember, jeriken, dan berbagai wadah penampung lainnya.
Air bersih yang disalurkan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan konsumsi rumah tangga.
"Untuk sementara kebutuhan air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat," ungkap Adam.
BPBD Kabupaten Bogor juga membuka layanan pelaporan bagi masyarakat di wilayah lain yang mengalami kondisi serupa. Warga yang menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan dapat melapor kepada pemerintah desa, kecamatan, maupun langsung kepada BPBD untuk mendapatkan bantuan.
"Kami juga akan berkoordinasi dengan aparat setempat," tambahnya.
Waspada Potensi Kekeringan Meluas
BPBD Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air bersih dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meluasnya dampak kekeringan seiring berkurangnya curah hujan di sejumlah wilayah.
Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan terhadap daerah-daerah rawan kekeringan guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama musim kemarau berlangsung.
Dengan langkah cepat penyaluran air bersih dan koordinasi lintas sektor, diharapkan dampak kekeringan yang mulai melanda sejumlah wilayah Kabupaten Bogor dapat diminimalkan serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat secara berkepanjangan.