berita

45 Ribu Pelari Ramaikan JAKIM 2026, Pemerintah Dorong Sport Tourism Jadi Mesin Ekonomi Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 14:26 WIB
45 Ribu Pelari Ramaikan JAKIM 2026, Pemerintah Dorong Sport Tourism Jadi Mesin Ekonomi Baru

JAKARTA, MAHATVA.ID – Pemerintah menilai penyelenggaraan BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat industri olahraga nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor sport tourism. Ajang lari internasional yang digelar pada 13–14 Juni 2026 tersebut berhasil menarik sekitar 45 ribu peserta dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.

Tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa olahraga kini tidak hanya menjadi aktivitas untuk menjaga kesehatan, tetapi juga telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup yang memiliki dampak ekonomi signifikan.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, mengatakan penyelenggaraan event olahraga berskala besar mampu memberikan efek berganda bagi berbagai sektor ekonomi, mulai dari perhotelan, transportasi, kuliner, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), hingga industri kreatif.

“BTN Jakarta International Marathon 2026 merupakan langkah positif untuk mendorong masyarakat Indonesia semakin mengedepankan pola hidup sehat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi penggerak ekonomi melalui pengembangan sport tourism dan industri olahraga yang terus berkembang,” ujar Erick dalam keterangannya.

Menurut Erick, jumlah peserta yang mencapai sekitar 45 ribu orang menjadi indikator meningkatnya minat masyarakat terhadap olahraga rekreasi maupun olahraga prestasi. Fenomena tersebut sejalan dengan tren global yang menjadikan event marathon sebagai salah satu penggerak utama ekonomi olahraga.

Ia menilai olahraga saat ini telah berkembang menjadi instrumen pembangunan yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus memperkuat citra kota dan negara di tingkat internasional.

Dalam konteks Jakarta, penyelenggaraan marathon internasional diyakini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperpanjang masa tinggal peserta, serta mendorong perputaran ekonomi di berbagai sektor pendukung.

Erick Thohir juga melihat peluang besar bagi Indonesia untuk menjadi salah satu pusat penyelenggaraan marathon internasional di kawasan Asia Tenggara. Ia mencontohkan sejumlah kota dunia yang sukses membangun identitas global melalui ajang marathon tahunan.

“Di dunia terdapat Boston Marathon dan Tokyo Marathon yang telah menjadi ikon olahraga internasional. Mengapa di Asia Tenggara kita tidak memiliki rangkaian event serupa? Mudah-mudahan pada tahun 2027 atau 2028, Indonesia bersama Singapura, Malaysia, dan Filipina dapat berkolaborasi menyelenggarakan rangkaian marathon kawasan ASEAN,” katanya.

Gagasan tersebut sejalan dengan hasil pertemuan para menteri pemuda dan olahraga Asia Tenggara dalam Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 yang menghasilkan Deklarasi Bali sebagai landasan penguatan kerja sama olahraga regional.

Pemerintah menilai pengembangan sport tourism dapat menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berkelanjutan. Event olahraga internasional dinilai mampu menarik investasi, memperluas promosi destinasi wisata, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Selain itu, olahraga juga menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia sebagaimana tertuang dalam program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mendorong budaya hidup sehat, meningkatkan produktivitas masyarakat, dan memperkuat industri berbasis inovasi.

Dengan tren partisipasi yang terus meningkat, pemerintah berharap Jakarta International Marathon dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan industri olahraga nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi sport tourism unggulan di kawasan Asia Tenggara.

Terkini