“Ini merupakan hasil dari semangat kolaborasi, inovasi, dan kegiatan operasional yang solid antara PHKT, SKK Migas, serta seluruh stakeholder di pusat maupun daerah,” katanya.
Kejar Target Produksi Nasional 610 Ribu BOPD
Meski mencatat capaian positif, SKK Migas menegaskan upaya peningkatan produksi akan terus dilakukan melalui berbagai program strategis, mulai dari pengeboran sumur baru, work over, well service, Enhanced Oil Recovery (EOR), hingga kegiatan stimulasi sumur.
Selain itu, percepatan pembangunan dan optimalisasi fasilitas produksi juga menjadi fokus utama guna menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.
SKK Migas juga mendorong percepatan penyelesaian berbagai tantangan operasional, termasuk pengurusan perizinan, pengadaan barang dan jasa, kontrak penjualan migas, pencegahan shutdown fasilitas, hingga optimalisasi pencatatan NGL dan pengolahan deadstock.
Seluruh upaya tersebut diarahkan untuk mendukung pencapaian target produksi minyak nasional sebesar 610.000 barel minyak per hari (BOPD).
“Mohon doa dan dukungan agar seluruh program pengeboran, optimalisasi produksi, serta pembangunan fasilitas dapat berjalan lebih cepat sehingga menghasilkan produksi migas yang lebih besar dari target yang telah ditetapkan,” pungkas Djoko Siswanto.