berita

Lapas Cibinong Latih Warga Binaan Bermain Angklung, Bangun Karakter dan Lestarikan Budaya

Jumat, 12 Juni 2026 | 22:33 WIB
Lapas Cibinong Latih Warga Binaan Bermain Angklung, Bangun Karakter dan Lestarikan Budaya

BOGOR, MAHATVA.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong terus memperkuat program pembinaan bagi warga binaan melalui berbagai kegiatan positif. Salah satunya dengan menggelar pelatihan seni budaya berupa permainan angklung yang bekerja sama dengan Sanggar Seni Putra Binekas Kabupaten Bogor.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Saharjo Lapas Cibinong, Jumat (12/6/2026), ini mendapat sambutan antusias dari para warga binaan yang mengikuti setiap sesi pelatihan dengan penuh semangat.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mulai dari pengenalan alat musik tradisional angklung, teknik dasar memainkan angklung, hingga praktik memainkan lagu-lagu nasional dan daerah secara bersama-sama.

Kepala Subseksi Bimbingan Kemasyarakatan dan Perawatan (Bimkemaswat) Lapas Cibinong, Ricky Robby Rizkiawan, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kepribadian yang bertujuan mengembangkan minat dan bakat warga binaan di bidang seni budaya.

“Melalui pelatihan angklung ini, kami memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengenal, mempelajari, dan melestarikan budaya bangsa. Selain itu, permainan angklung juga mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, disiplin, dan kerja sama yang sangat baik dalam proses pembinaan,” ujar Robby.

Menurutnya, pembinaan melalui seni budaya menjadi salah satu sarana efektif untuk membangun karakter positif warga binaan selama menjalani masa pidana. Selain memberikan keterampilan baru, kegiatan tersebut juga mampu meningkatkan rasa percaya diri dan memperkuat interaksi sosial yang sehat di lingkungan pemasyarakatan.

Sementara itu, pelatih angklung dari Sanggar Seni Putra Binekas, Deden, menjelaskan bahwa angklung merupakan alat musik tradisional khas Indonesia yang dimainkan secara berkelompok dan membutuhkan koordinasi yang baik antar pemain.

“Angklung bukan hanya alat musik tradisional, tetapi juga sarana untuk membangun kebersamaan. Dalam setiap lagu yang dimainkan, setiap orang memiliki peran yang sama pentingnya sehingga diperlukan konsentrasi, disiplin, dan kerja sama yang baik agar menghasilkan harmoni yang indah. Hal ini sangat membantu warga binaan untuk memiliki keterampilan baru,” jelas Deden.

Menurutnya, proses belajar angklung juga dapat melatih kesabaran, fokus, dan kemampuan bekerja sama yang menjadi bekal penting bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat nantinya.

Salah seorang warga binaan berinisial PA mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengatakan pelatihan angklung menjadi pengalaman baru yang memberikan pengetahuan sekaligus hiburan positif selama menjalani masa pembinaan.

“Saya merasa senang karena bisa belajar memainkan alat musik tradisional yang sebelumnya belum pernah saya coba. Selain menambah keterampilan, kegiatan ini juga membuat kami lebih menghargai budaya Indonesia,” ungkapnya.

Melalui program pelatihan angklung ini, Lapas Cibinong berharap warga binaan dapat terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan kemampuan sosial, serta menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya bangsa.

Selain menjadi sarana pembinaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu membekali warga binaan dengan nilai-nilai positif seperti disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama, sehingga dapat menjadi bekal berharga ketika kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.

Terkini