berita

Kades di Cijeruk dan Cigombong Bantah Tudingan Intervensi Wakil Bupati Bogor

Jumat, 12 Juni 2026 | 20:32 WIB
Kades di Cijeruk dan Cigombong Bantah Tudingan Intervensi Wakil Bupati Bogor

BOGOR, MAHATVA.ID – Sejumlah kepala desa di Kecamatan Cijeruk dan Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, membantah tudingan yang menyebut adanya intervensi dari Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau Jaro Ade, terkait persoalan lahan PT BSS.

Bantahan tersebut disampaikan menyusul pernyataan seorang orator aksi demonstrasi bernama Yusuf Bachtiar yang sebelumnya menuding Wakil Bupati Bogor melakukan intervensi terhadap kepala desa di wilayah Kecamatan Cijeruk dan Cigombong terkait persoalan pertanahan.

Dalam video yang beredar di masyarakat, Kepala Desa Cijeruk, Asep Saepul Rohman, menegaskan bahwa dirinya maupun para kepala desa di Kecamatan Cijeruk tidak pernah merasa mendapat intervensi dari Wakil Bupati Bogor.

“Menyikapi permasalahan kemarin bahwa kepala desa se-Kecamatan Cijeruk diintervensi oleh Wakil Bupati Bogor, saya Haji Asep Saepul Rohman, Kepala Desa Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, tidak pernah merasa diintervensi oleh Wakil Bupati Bogor,” ujar Asep dalam video tersebut.

Menurut Asep, Bupati dan Wakil Bupati Bogor selama ini menjadi tempat para kepala desa untuk berkonsultasi dan mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi di tingkat desa.

“Baik Bupati maupun Wakil Bupati Bogor merupakan tempat kami para kepala desa untuk berkonsultasi dan meminta solusi jika ada permasalahan di desa masing-masing. Sekali lagi saya tegaskan, kami para kepala desa di Kecamatan Cijeruk tidak diintervensi oleh Bapak Wakil Bupati Bogor,” tegasnya.

Pernyataan serupa disampaikan Kepala Desa Tanjungsari, Herman. Ia menilai tudingan yang disampaikan dalam aksi demonstrasi tersebut tidak memiliki dasar yang jelas.

“Saya sebagai Kepala Desa Tanjungsari tidak pernah merasa diintervensi oleh Wakil Bupati Bogor, Bapak Jaro Ade. Apa pun yang disampaikan Bupati dan Wakil Bupati Bogor sebagai pimpinan merupakan arahan, masukan, dan solusi bagi kami dalam menjalankan roda pemerintahan desa,” kata Herman.

Sementara itu, Kepala Desa Tugujaya, Kecamatan Cigombong, Muhamad Rifki Abdilah, juga menyampaikan klarifikasi yang sama. Dalam video pernyataannya, ia menegaskan bahwa tidak pernah ada intervensi dari Wakil Bupati Bogor terhadap dirinya maupun kepala desa lainnya.

“Menyikapi pemberitaan yang beredar bahwa seluruh kepala desa di Kecamatan Cigombong dan Kecamatan Cijeruk diintervensi oleh Bapak Wakil Bupati Bogor Jaro Ade, saya nyatakan kami belum pernah diintervensi,” ujar Rifki.

Ia menjelaskan bahwa komunikasi dan konsultasi dengan Bupati maupun Wakil Bupati Bogor merupakan hal yang lazim dilakukan sebagai bagian dari koordinasi pemerintahan.

“Saya secara pribadi sering berkonsultasi kepada Wakil Bupati maupun Bupati Bogor terkait permasalahan-permasalahan yang ada di desa. Hal itu saya lakukan agar pihak desa tidak salah mengambil langkah dan demi kemaslahatan masyarakat,” ungkapnya.

Menurut Rifki, hubungan antara kepala desa dengan Bupati dan Wakil Bupati Bogor tidak hanya sebatas hubungan administratif antara pimpinan dan bawahan, tetapi juga terjalin sebagai hubungan pembinaan dan pendampingan dalam penyelenggaraan pemerintahan desa.

Di akhir pernyataannya, Rifki kembali menegaskan bahwa tudingan mengenai adanya intervensi dalam persoalan pertanahan tidak benar.

Halaman:

Terkini