berita

Tragedi Laut Pulau Dai: Dua Selamat, Satu Meninggal, Tujuh Penumpang Speedboat Masih Hilang

Jumat, 12 Juni 2026 | 15:47 WIB
Tragedi Laut Pulau Dai: Dua Selamat, Satu Meninggal, Tujuh Penumpang Speedboat Masih Hilang

MAHATVA.ID -Tragedi laut kembali mengguncang Kabupaten Maluku Barat Daya. Sebuah speedboat yang mengangkut 10 penumpang dilaporkan tenggelam dalam pelayaran dari Desa Sinairusi, Pulau Dai, menuju Tepa, Kamis (11/6/2026). Hingga Jumat, dua penumpang berhasil ditemukan selamat, satu korban ditemukan meninggal dunia, sementara tujuh lainnya masih dinyatakan hilang.

Korban meninggal diketahui bernama Asael Daniel (72). Jenazah korban telah ditemukan oleh tim pencari, sementara upaya pencarian terhadap penumpang lainnya terus dilakukan.

Di tengah duka yang menyelimuti keluarga korban, kabar selamat datang dari dua penumpang yang berhasil bertahan hidup, yakni Yakop Anamofa (22) dan Ignasius Matrunkoly (42). Keduanya telah dievakuasi dan kini berada di Desa Sinairusi.

Sementara itu, tujuh penumpang yang hingga kini belum ditemukan masing-masing adalah Anton Menahem (40) selaku pengemudi speedboat, Yomima Waliana (36), Regina Unwakolu (33), Enderfina Siaran (62), Wulan Kelmury (35), Yoksan Unawekla (9), dan Marcelo Unawekla (4).

Keberadaan dua anak dalam daftar korban hilang menambah keprihatinan dalam tragedi ini. Harapan keluarga kini tertuju pada operasi pencarian yang terus dilakukan di tengah tantangan kondisi laut dan luasnya area pencarian.

Berdasarkan laporan awal, speedboat tersebut bertolak dari Desa Sinairusi menuju Tepa sebelum mengalami kecelakaan di tengah perjalanan. Hingga saat ini, penyebab pasti tenggelamnya speedboat belum diumumkan secara resmi dan masih dalam proses penyelidikan.

Menindaklanjuti insiden tersebut, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Babar Barat bersama Syahbandar Tepa dan pihak pengusaha kapal segera menggerakkan operasi pencarian darurat.

Koordinasi juga dilakukan dengan Kapten Kapal Tiefelin yang saat itu berlindung di Tepa. Kapal tersebut kemudian dikerahkan untuk membantu penyisiran di sekitar perairan Pulau Dai serta sepanjang pesisir Pulau Babar yang diperkirakan menjadi jalur hanyut para korban.

Operasi pencarian dimulai sekitar pukul 19.30 WIT dari Pelabuhan Tepa. Tim gabungan menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi kecelakaan, sekaligus memperluas area pencarian ke wilayah-wilayah yang berpotensi menjadi tempat ditemukannya korban.

"Seluruh unsur terkait terus berkoordinasi untuk melakukan pencarian terhadap para penumpang yang belum ditemukan," demikian keterangan dalam laporan lapangan.

Tragedi ini kembali menyoroti tingginya ketergantungan masyarakat kepulauan terhadap transportasi laut sebagai urat nadi mobilitas dan aktivitas ekonomi. Karena itu, aspek keselamatan pelayaran menjadi isu yang menyentuh langsung perlindungan nyawa warga di wilayah-wilayah terpencil.

Hingga berita ini diterbitkan, operasi pencarian masih berlangsung. Tim gabungan terus berupaya menemukan tujuh penumpang yang belum diketahui keberadaannya, sementara keluarga korban menanti kabar dengan penuh harap di tengah ketidakpastian yang masih menyelimuti perairan Pulau Dai.

Terkini