berita

Panda Pertama Lahir di Indonesia, Baby Rio Catat Sejarah di Taman Safari Bogor

Rabu, 10 Juni 2026 | 13:33 WIB
Panda Pertama Lahir di Indonesia, Baby Rio Catat Sejarah di Taman Safari Bogor

BOGOR, MAHATVA.ID – Kabupaten Bogor kembali menorehkan sejarah penting di dunia konservasi satwa internasional. Seekor bayi giant panda bernama Satrio Wiratama, yang akrab disapa Baby Rio, resmi menjadi panda pertama yang lahir di Indonesia.

Kelahiran Baby Rio terjadi pada 27 November 2025 di Istana Panda Indonesia, Taman Safari Indonesia, Cisarua, Kabupaten Bogor, dan menjadi pencapaian besar dalam kerja sama konservasi antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT).

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan Taman Safari Indonesia dalam mengembangbiakkan giant panda melalui program konservasi internasional yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

"Taman Safari Indonesia merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Bogor. Kami merasa terhormat karena Taman Safari Indonesia di Kabupaten Bogor dapat bekerja sama dengan Republik Rakyat Tiongkok dalam program konservasi giant panda," ujar Rudy saat mengunjungi Istana Panda Indonesia, Selasa (9/6/2026).

Menurut Rudy, kelahiran Baby Rio merupakan momen bersejarah karena menjadi panda pertama yang lahir di Indonesia dan sekaligus tercatat sebagai satu-satunya giant panda yang lahir di luar Tiongkok pada tahun 2025.

"Ini menjadi sebuah kebanggaan dan kehormatan bagi kami. Panda tersebut merupakan panda pertama yang lahir di Indonesia, sekaligus satu-satunya panda yang lahir di luar RRT pada tahun 2025. Ini menjadi catatan sejarah baru dan mudah-mudahan dapat menjadi jembatan penghubung yang semakin mempererat komunikasi serta hubungan antarnegara antara Indonesia dan RRT," katanya.

Rudy menjelaskan, kerja sama antara Taman Safari Indonesia dan Pemerintah Tiongkok tidak hanya berkaitan dengan konservasi satwa liar, tetapi juga mencakup bidang kesehatan hewan, penelitian, serta pengembangan ilmu pengetahuan.

Dalam proses kelahiran Baby Rio, sejumlah tenaga ahli dan perawat satwa dari Tiongkok turut dilibatkan untuk memastikan kondisi induk panda dan anak panda tetap sehat.

"Karena panda ini bukan sekadar satwa konservasi, melainkan juga simbol hubungan persahabatan dan diplomasi yang baik antara Indonesia dan RRT," tambah Rudy.

Direktur Operasional Taman Safari Indonesia, Ester, mengatakan bahwa lahirnya Baby Rio merupakan awal dari kolaborasi konservasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

"Bagi kami, kelahiran Baby Rio bukanlah akhir dari sebuah kisah sukses, melainkan awal dari kerja sama yang lebih luas dan bermakna. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat terus mempromosikan konservasi satwa liar, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian alam, serta memperkuat kerja sama konservasi internasional yang berkelanjutan," ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Tiongkok melalui China Wildlife Conservation Association (CWCA) dan China Conservation and Research Center for the Giant Panda (CCRCGP) yang telah memberikan pendampingan, penelitian, serta dukungan teknis hingga lahirnya Baby Rio di Indonesia.

Selain itu, Ester mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia, khususnya Kementerian Kehutanan, atas dukungan terhadap program konservasi satwa liar dan kerja sama internasional tersebut.

Dalam kesempatan itu, Ester mengungkapkan rasa bangga karena Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, berkenan memberikan nama Satrio Wiratama kepada bayi panda tersebut.

Halaman:

Terkini