berita

SKK Migas Ungkap Sumur PEBO30 Lampaui Target Produksi 8 Kali Lipat, Hasilkan 835 BOPD Tanpa Kandungan Air

Sabtu, 6 Juni 2026 | 14:46 WIB
SKK Migas Ungkap Sumur PEBO30 Lampaui Target Produksi 8 Kali Lipat, Hasilkan 835 BOPD Tanpa Kandungan Air

JAKARTA, MAHATVA.ID – Kabar menggembirakan datang dari sektor hulu migas nasional. Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan keberhasilan PT Pertamina Hulu Rokan dalam menyelesaikan pemboran sumur pengembangan PEBO#30 di lokasi Pematang Bow.

Sumur tersebut berhasil menghasilkan produksi minyak sebesar 835 barel minyak per hari (BOPD) atau sekitar delapan kali lebih tinggi dibandingkan target awal yang ditetapkan sebesar 100 BOPD.

“Alhamdulillah, PHR telah selesai melaksanakan pemboran sumur pengembangan PEBO#30 di lokasi Pematang Bow menggunakan Rig BDSI-60 selama 26 hari,” ujar Djoko Siswanto.

Produksi Jauh Melampaui Target

Menurut Djoko, sumur PEBO#30 dibor menggunakan metode directional drilling atau pemboran miring dengan target lapisan reservoir MN5200 dan MN5300 pada interval 5.270–5.272 ft MD dan 5.371–5.373 ft MD.

Setelah seluruh tahapan pemboran selesai, sumur berhasil mencapai tahap Production Operation (POP) pada 2 Juni 2026.

Hasil produksi awal menunjukkan capaian yang sangat menggembirakan dengan laju produksi mencapai 835 BOPD dan tanpa kandungan air (water cut 0 persen).

“Produksi mencapai 835 BOPD dari target awal 100 BOPD atau lebih besar delapan kali dari target yang direncanakan dengan kadar air nol persen,” jelasnya.

Dukung Upaya Menjaga Produksi Nasional

Keberhasilan sumur PEBO#30 dinilai menjadi salah satu capaian penting dalam menjaga tingkat produksi minyak nasional di tengah tantangan penurunan produksi alami yang terjadi pada sejumlah lapangan migas tua.

Djoko berharap keberhasilan serupa dapat terus terulang pada program pemboran dan kegiatan work over (WO) berikutnya.

Menurutnya, peningkatan produksi dari sumur-sumur baru sangat dibutuhkan untuk membantu mengimbangi penurunan produksi yang terjadi di sejumlah lapangan utama nasional, termasuk Lapangan Banyu Urip.

“Mohon doa agar pemboran dan pekerjaan work over berikutnya juga menghasilkan produksi yang melebihi target berlipat ganda dari yang direncanakan untuk membantu menutupi penurunan produksi Banyu Urip yang mencapai puluhan ribu BOPD,” katanya.

Optimisme Industri Hulu Migas

Capaian produksi PEBO#30 menunjukkan potensi besar dari strategi pengembangan lapangan yang dijalankan PHR dalam mendukung target produksi migas nasional.

Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi sinyal positif bagi industri hulu migas Indonesia yang terus berupaya meningkatkan produksi melalui eksplorasi, pemboran sumur pengembangan, serta optimalisasi lapangan eksisting guna mendukung ketahanan energi nasional.

Dengan hasil produksi yang jauh melampaui target, sumur PEBO#30 diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian target lifting minyak nasional sepanjang tahun 2026.

Terkini