Kita butuh:
1. Pers yang merdeka sebagai anjing penjaga kekuasaan (watchdog).
2. Akademisi yang independen sebagai kompas moral.
3. Aktivis yang militan sebagai pengawal uang rakyat.
4. Aparat penegak hukum yang tegak lurus pada keadilan, bukan yang membungkuk di bawah ketiak penguasa.
Jika hukum terus diperdagangkan dan dijadikan alat gebuk, maka yang hancur bukan hanya para pengkritik hari ini. Yang sedang kita pertaruhkan adalah masa depan Tanimbar, masa depan Indonesia, dan esensi paling mendasar dari kemanusiaan kita. Sebab ketika hak suara seorang warga kecil dirampas, sejatinya kebebasan kita semua sedang berada di ujung tanduk.