berita

Seluruh Fraksi DPR Setujui KEM-PPKF 2027 Dibahas Lanjut, Soroti Defisit, Utang, hingga Target Pertumbuhan Ekonomi

Jumat, 5 Juni 2026 | 14:05 WIB
Seluruh Fraksi DPR Setujui KEM-PPKF 2027 Dibahas Lanjut, Soroti Defisit, Utang, hingga Target Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA, MAHATVA.ID – Seluruh fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyampaikan berbagai catatan dan masukan terhadap Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) Tahun 2027 dalam Rapat Paripurna yang digelar di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Meski memberikan sejumlah kritik dan rekomendasi, seluruh fraksi pada prinsipnya menyetujui KEM-PPKF 2027 untuk dibahas lebih lanjut bersama pemerintah sebagai dasar penyusunan RAPBN Tahun Anggaran 2027.

PDI Perjuangan: Program Prioritas Jangan Tambah Utang Negara

Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menegaskan bahwa berbagai program prioritas nasional harus memiliki skema pembiayaan yang tidak membebani fiskal negara.

Anggota DPR RI Haris Turino mengatakan proyek strategis seperti mobil nasional, motor nasional, industri semikonduktor, giant seawall, hingga rekonstruksi pascabencana harus dibiayai secara hati-hati agar tidak meningkatkan defisit maupun utang pemerintah.

“Prioritas nasional seperti mobil nasional, motor nasional, industri semikonduktor, giant seawall, dan rekonstruksi pascabencana harus memiliki skema pembiayaan yang tidak menambah tekanan, defisit, dan utang negara,” ujar Haris Turino.

PDI Perjuangan juga menyoroti target pendapatan negara tahun 2027 yang dipatok sebesar 11,8–12,4 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yang dinilai masih jauh dari target 18 persen pada 2029 sebagaimana tercantum dalam RPJMN.

Golkar: KEM-PPKF Harus Jadi Peta Jalan Pembangunan

Fraksi Partai Golongan Karya menilai KEM-PPKF 2027 harus menjadi peta jalan pembangunan yang mampu menjaga konsumsi rumah tangga, meningkatkan produktivitas belanja pemerintah, memperkuat investasi, dan mendorong ekspor nasional.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Nurul Arifin saat membacakan sikap fraksi.

PKB Optimistis Target Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen

Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2027 sebesar 5,8 hingga 6,5 persen menunjukkan optimisme pemerintah untuk keluar dari tren pertumbuhan ekonomi lima persen yang berlangsung selama lebih dari satu dekade.

Juru bicara PKB, Muhammad Kadafi, menyatakan kebijakan fiskal harus diarahkan untuk menciptakan kemaslahatan nyata bagi masyarakat.

“Fraksi PKB menilai target pertumbuhan ekonomi 5,8 hingga 6,5 persen dalam KEM-PPKF 2027 menunjukkan optimisme yang tinggi dari pemerintah terhadap kemampuan ekonomi Indonesia,” katanya.

Gerindra dan PAN Nilai Target Pemerintah Realistis

Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya dan Partai Amanat Nasional turut memberikan dukungan terhadap target pertumbuhan ekonomi dan inflasi yang disusun pemerintah.

Pandangan tersebut disampaikan masing-masing oleh Wihadi Wijanto dari Gerindra dan Abdul Hakim Bafagih dari PAN.

Keduanya menilai target yang disusun pemerintah masih berada dalam koridor optimisme yang terukur.

Halaman:

Terkini