berita

PWI Pusat dan IPB University Bahas Program Beasiswa S2 untuk Wartawan, Perkuat Kompetensi Insan Pers

Rabu, 3 Juni 2026 | 02:27 WIB
PWI Pusat dan IPB University Bahas Program Beasiswa S2 untuk Wartawan, Perkuat Kompetensi Insan Pers

BOGOR, MAHATVA.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bersama IPB University menjajaki kerja sama strategis dalam penyelenggaraan program beasiswa Strata Dua (S2) bagi wartawan Indonesia. Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan di Ruang GSC 1, Gedung GSC, Kampus IPB University Baranangsiang, Kota Bogor, Selasa (2/6/2026).

Delegasi PWI Pusat dipimpin langsung Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, didampingi Sekretaris Jenderal M. Selamet Susanto, Anggota Dewan Pakar Yulian Warman, Wakil Sekretaris Jenderal Kadirah, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Sarwani, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Zarman Syah, Ketua Komisi Pendidikan dan Pelatihan Jufri Al Katiri, Humas PWI Pusat Mercys Charles Loho, serta Ketua PWI Kota Bogor Herman Indrabudi.

Kedatangan rombongan PWI disambut Dekan Sekolah Pascasarjana IPB University Prof. Dr. Ir. Yusli Wardiatno, M.Sc., didampingi Dr. Perdinan selaku Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Kerja Sama dan Pengembangan, Fatmasari Siregar, S.P., M.M. selaku Kepala Sub Bagian Humas, Kerja Sama dan Penerimaan Mahasiswa Baru, Rudi Irawan selaku Kepala Bagian Tata Usaha, serta Nana Yuana sebagai Kepala Sub Bagian Keuangan, SDM dan Umum.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak membahas peluang kerja sama untuk meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan kualitas sumber daya manusia wartawan melalui akses pendidikan pascasarjana di IPB University.

Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, menyambut positif inisiatif tersebut. Menurutnya, program beasiswa bagi wartawan perlu dirancang secara matang melalui pembahasan teknis yang komprehensif agar dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi insan pers.

“Kerja sama ini sangat baik untuk mengembangkan keilmuan dan kapasitas wartawan. Namun perlu ada rapat teknis lanjutan yang lebih mendalam agar seluruh mekanisme dapat disusun dengan baik dan menghindari berbagai kendala yang tidak diinginkan di kemudian hari,” ujar Akhmad Munir.

Ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan utama wartawan dalam melanjutkan pendidikan adalah tingginya aktivitas profesi dan keterbatasan finansial. Oleh karena itu, diperlukan skema pembiayaan yang fleksibel dan realistis.

“Ke depan perlu dibahas berbagai alternatif pembiayaan, termasuk kemungkinan sinergi dengan program LPDP, skema pembiayaan parsial, bantuan pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT), maupun bentuk dukungan pendidikan lainnya yang memungkinkan wartawan tetap dapat menempuh pendidikan tanpa mengganggu tugas jurnalistiknya,” katanya.

Menurut Akhmad Munir, tujuan utama program ini adalah membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi wartawan di seluruh Indonesia.

“Yang terpenting adalah membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi wartawan. Bentuk dukungannya bisa beragam, tidak harus menanggung seluruh biaya pendidikan, tetapi dapat berupa bantuan parsial maupun dukungan UKT yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan program,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa program tersebut akan menjadi bagian dari upaya PWI dalam meningkatkan kompetensi anggota sekaligus memperkuat manfaat kemitraan strategis organisasi.

Sementara itu, Dekan Sekolah Pascasarjana IPB University, Prof. Yusli Wardiatno, menyatakan komitmen IPB dalam mendukung peningkatan kualitas SDM nasional, termasuk insan pers yang memiliki peran strategis dalam pembangunan dan penyebaran informasi kepada masyarakat.

“Rencana kerja sama dengan PWI adalah langkah positif untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi wartawan serta memperkuat kapasitas akademik dan profesionalisme mereka,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Sekolah Pascasarjana IPB juga memaparkan sejumlah program studi magister yang berpotensi menjadi pilihan bagi wartawan peserta program beasiswa. Sedikitnya terdapat 10 program studi unggulan yang ditawarkan, yaitu Komunikasi Pembangunan Pertanian dan Pedesaan, Komunikasi Digital dan Media, Ilmu Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan, Pengembangan Industri Kecil Menengah, Logistik Agro-Maritim, Klimatologi Terapan, Manajemen Pembangunan Daerah, Ilmu Manajemen, Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan, serta Manajemen dan Bisnis.

Halaman:

Terkini