Dari sisi operasional, pemboran GNK-PD28 juga mencatatkan kinerja yang efisien. Sumur dibor menggunakan Rig PDSI #39.3/D1500-E hingga kedalaman total 2.235 mMD.
Proses pemboran berhasil diselesaikan hanya dalam 30 hari, lebih cepat dibandingkan rencana awal selama 45 hari.
Tidak hanya itu, realisasi biaya pemboran juga jauh lebih efisien, yakni hanya mencapai 76,13 persen dari anggaran yang telah disetujui SKK Migas.
Capaian tersebut menunjukkan keberhasilan penerapan efisiensi operasional tanpa mengurangi kualitas pekerjaan dan keselamatan kerja.
Dorong Peningkatan Produksi Nasional
Djoko Siswanto berharap sumur GNK-PD28 dapat segera diproduksikan sehingga mampu memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan lifting minyak dan gas nasional.
Ia juga meminta dukungan dan doa dari seluruh pihak agar berbagai program pengeboran dan pengembangan lapangan migas yang tengah dijalankan SKK Migas bersama KKKS dapat terus menghasilkan temuan-temuan baru yang bernilai ekonomis.
“Mohon doa dan dukungan, Insya Allah sumur ini segera diproduksikan dan memberikan kontribusi bagi peningkatan produksi migas nasional,” tutupnya.