berita

Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng Viral, Bahlil Akui Penasaran dengan Penciptanya

Sabtu, 30 Mei 2026 | 14:35 WIB
Lagu MBG Mas Bahlil Ganteng Viral, Bahlil Akui Penasaran dengan Penciptanya

JAKARTA, MAHATVA.ID — Lagu berjudul “MBG Mas Bahlil Ganteng” tengah viral dan ramai digunakan warganet di berbagai platform media sosial seperti TikTok dan Instagram.

Fenomena tersebut bahkan sampai menarik perhatian Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia.

Respons Bahlil terhadap lagu viral tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad.

Dalam video itu, Raffi Ahmad dan Bahlil tampak berbincang santai membahas lagu yang sedang ramai diperbincangkan publik tersebut.

Raffi menyebut Bahlil penasaran dengan sosok pencipta lagu “MBG Mas Bahlil Ganteng”.

“Kalau itu, asli penasaran. Adinda Raffi, saya akan minta tolong untuk saya mengundang kalau yang bersangkutan berkenan,” kata Bahlil dalam video tersebut, dikutip Sabtu (30/5/2026).

Bahlil mengaku ingin bertemu langsung dan berbincang santai sambil makan bersama pencipta lagu viral tersebut.

“Karena penasaran juga saya. Saya lagi ibadah umroh, tapi setiap pagi bangun anak saya aja ketawain saya,” ujarnya sambil tertawa.

Dalam percakapan tersebut, Raffi Ahmad juga menyebut putranya, Rafathar, turut mendengarkan lagu “MBG Mas Bahlil Ganteng”. Bahkan keduanya sempat melakukan panggilan video bersama Rafathar sambil membahas lagu tersebut.

Meski namanya dijadikan materi lagu viral, Bahlil mengaku tidak mempermasalahkan fenomena tersebut. Ia menilai hal itu sebagai bentuk kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda di era media sosial.

“Saya menghargai kreativitas orang-orang, anak muda sekarang. Cuma satu saja saran saya, di era demokrasi media sosial ini penting, namun kalau boleh juga kita gunakan dengan terukur. Contoh, jangan sampai masuk isu SARA,” kata Bahlil.

Menurutnya, kreativitas di media sosial harus tetap dijaga agar tidak menimbulkan perpecahan atau menyinggung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan.

“Kalau sudah masuk isu SARA, itu tidak baik untuk solidaritas sesama anak bangsa. Kreativitas silakan, tapi tetap dalam koridor yang benar,” tambahnya.

Bahlil juga mengaku memahami konsekuensi sebagai pejabat publik yang kerap menjadi perhatian masyarakat dan media sosial.

Halaman:

Terkini