berita

Tragedi Maut Guncang Biak: Sedikitnya 10 Tewas, Dugaan Bom Peninggalan Perang Meledak di Permukiman Warga

Senin, 1 Juni 2026 | 04:35 WIB
Tragedi Maut Guncang Biak: Sedikitnya 10 Tewas, Dugaan Bom Peninggalan Perang Meledak di Permukiman Warga

MAHATVA.ID -Ledakan dahsyat yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II mengubah kawasan pesisir Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Papua, menjadi lokasi tragedi berdarah, Minggu (31/5/2026). Sedikitnya 10 warga dilaporkan tewas, sejumlah lainnya hilang, sementara belasan rumah luluh lantak diterjang gelombang ledakan.

Dentuman yang terjadi sekitar pukul 14.45 WIT itu mengguncang Kompleks Perikanan di Jalan Walter Mongonsidi. Suaranya terdengar hingga jarak jauh, memecah ketenangan siang dan memicu kepanikan massal di lingkungan permukiman padat penduduk.

Warga yang berada di sekitar lokasi mengaku tidak sempat menyelamatkan diri ketika ledakan tiba-tiba mengoyak kawasan tersebut. Asap pekat membumbung tinggi ke udara, sementara puing bangunan beterbangan dan menimbun sejumlah titik di sekitar pusat ledakan.

Informasi awal yang dihimpun dari warga mengarah pada dugaan bahwa ledakan berasal dari material peledak lama yang diduga hendak dibongkar untuk mengambil bagian tertentu di dalamnya.

"Ledakan bom itu diduga sengaja dibuka untuk diambil serbuknya. Saat dipisahkan, ternyata meledak juga," ujar seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Jika dugaan tersebut terbukti, tragedi ini menjadi peringatan keras tentang ancaman laten sisa-sisa perang yang masih tersimpan di sejumlah wilayah Papua. Material berbahaya yang selama puluhan tahun tertanam dapat sewaktu-waktu berubah menjadi mesin pembunuh yang mengancam keselamatan warga.

Data sementara yang beredar menyebut korban meninggal dunia antara lain Mira Ayorbaba, Isrel Raubaba yang masih berusia anak-anak, serta Moris Raubaba yang dilaporkan meninggal namun belum ditemukan hingga proses pencarian berlangsung.

Sementara itu, Delfin Raubaba, Yulianus Raubaba, dan Anes Marandof dilaporkan masih dalam pencarian. Jumlah korban diperkirakan masih dapat bertambah seiring berlangsungnya proses evakuasi dan pendataan di lapangan.

Tim penyelamat bersama warga terus menyisir reruntuhan bangunan yang porak-poranda akibat ledakan. Setiap tumpukan puing diperiksa dengan harapan menemukan korban yang masih hilang.

Berdasarkan laporan yang dilansir dari iNewsSorongraya.id, hingga Minggu malam pihak berwenang belum mengeluarkan keterangan resmi mengenai penyebab pasti ledakan, jumlah final korban maupun besaran kerugian material.

Ketiadaan penjelasan resmi membuat publik menanti hasil investigasi aparat untuk mengungkap secara utuh kronologi peristiwa yang merenggut banyak nyawa tersebut. Pemeriksaan menyeluruh diperlukan guna memastikan sumber ledakan sekaligus menepis berbagai spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat.

Aparat telah mengimbau warga agar tidak mendekati lokasi kejadian. Area ledakan masih disterilkan karena proses evakuasi korban, identifikasi, serta pengamanan lokasi masih berlangsung.

Tragedi Biak bukan sekadar bencana lokal. Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi pemerintah dan aparat terkait untuk melakukan pendataan, pengamanan, serta pemusnahan material perang yang diduga masih tersebar di berbagai wilayah. Tanpa langkah cepat dan terukur, ancaman serupa dapat kembali muncul dan menelan korban yang lebih besar.

Terkini