berita

BGN Ubah Pola Distribusi Makan Bergizi Gratis Jadi 5 Hari, Dukung Efisiensi Anggaran Pemerintah

Kamis, 28 Mei 2026 | 15:29 WIB
BGN Ubah Pola Distribusi Makan Bergizi Gratis Jadi 5 Hari, Dukung Efisiensi Anggaran Pemerintah

JAKARTA, MAHATVA.ID — Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penyesuaian pola distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan efisiensi anggaran pemerintah tanpa mengurangi kualitas layanan maupun pemenuhan gizi kepada para penerima manfaat.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, mengatakan perubahan dilakukan pada skema distribusi MBG yang sebelumnya berlangsung enam hari menjadi lima hari dalam satu minggu, mengikuti hari aktif kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Kita mendukung efisiensi anggaran tersebut. Salah satu bentuk dukungan BGN adalah melakukan perubahan pola pendistribusian MBG yang semula enam hari menjadi lima hari,” ujar Sony, Senin (26/5/2026).

Sony menjelaskan, penyesuaian pola distribusi dilakukan agar pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis menjadi lebih efektif, tepat sasaran, serta sesuai kebutuhan riil penerima manfaat di lapangan.

Ke depan, distribusi makanan bergizi hanya akan dilakukan saat peserta didik berada di sekolah dan mengikuti kegiatan belajar mengajar secara aktif.

“Konsepnya adalah MBG diberikan pada saat siswa ada di sekolah. Jadi kalau siswanya libur atau ada kegiatan di luar sekolah, maka tidak diberikan MBG,” jelasnya.

Menurutnya, langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan tata kelola operasional Program MBG secara nasional agar distribusi bantuan berjalan lebih optimal dan efisien.

Selain mengurangi hari distribusi menjadi lima hari, BGN juga resmi menghentikan sistem bundling makanan yang sebelumnya diterapkan ketika terdapat hari libur sekolah di tengah pekan.

Sebelumnya, apabila terdapat jadwal libur sekolah, makanan untuk hari libur tetap dibagikan lebih awal dalam bentuk paket yang dibawa pulang oleh siswa.

Namun skema tersebut kini tidak lagi diberlakukan.

“Kalau sebelumnya ada bundling, misalnya hari Rabu dan Kamis libur, maka hari Selasa makanan untuk hari libur ikut dibagikan dalam bentuk paket bawaan. Nah sekarang sudah tidak lagi,” kata Sony.

Sony menegaskan bahwa kebijakan efisiensi yang dilakukan BGN tidak berdampak terhadap pengurangan nilai bantuan maupun kualitas layanan pemenuhan gizi kepada penerima manfaat Program MBG.

Menurutnya, efisiensi hanya dilakukan pada aspek tata kelola dan pola distribusi agar penggunaan anggaran negara menjadi lebih optimal tanpa mengurangi substansi program.

“Tidak ada pengurangan nilai. Yang dilakukan adalah penyesuaian pola distribusi agar lebih efektif dan efisien,” ujarnya.

Halaman:

Terkini