berita

1.152 Dapur MBG Masih Ditutup Sementara, BGN Tegaskan Tak Ada Kompromi Soal Standar Kualitas

Selasa, 26 Mei 2026 | 13:32 WIB
1.152 Dapur MBG Masih Ditutup Sementara, BGN Tegaskan Tak Ada Kompromi Soal Standar Kualitas

JAKARTA, MAHATVA.ID – Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, mengungkapkan masih terdapat 1.152 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dihentikan sementara operasionalnya karena belum memenuhi standar layanan pemerintah.

Dadan menegaskan, pemerintah tidak akan memberikan toleransi terhadap kualitas layanan dalam pelaksanaan program MBG.

“Tidak ada kompromi terhadap standar kualitas program MBG. Seluruh SPPG wajib memenuhi ketentuan yang telah ditetapkan agar layanan yang diberikan benar-benar aman, sehat, dan berkualitas bagi masyarakat,” ujar Dadan dalam keterangan resminya, Senin (25/5/2026).

Menurut Dadan, penghentian sementara operasional SPPG dilakukan sebagai bagian dari evaluasi dan pengetatan standar layanan program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.

Langkah tersebut merupakan tindak lanjut arahan Prabowo Subianto terkait peningkatan kualitas layanan dan keamanan program MBG bagi masyarakat, khususnya peserta didik penerima manfaat.

Sejak awal 2025 hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 4.581 SPPG sempat dihentikan sementara untuk menjalani proses peningkatan kualitas dan penyesuaian standar operasional.

Dari jumlah itu, sebanyak 3.429 dapur MBG telah menyelesaikan proses pembenahan dan kembali beroperasi. Sementara 1.152 lainnya masih dalam tahap perbaikan.

Dadan menjelaskan, sejumlah dapur MBG menerima surat peringatan karena berbagai persoalan teknis dan administratif.

Beberapa di antaranya terkait infrastruktur yang belum memenuhi standar, belum tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga belum didaftarkannya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

“SPPG yang telah melakukan pembenahan dan memenuhi seluruh standar akan diberikan kesempatan untuk kembali beroperasi. Kami ingin memastikan kualitas program terus meningkat dari waktu ke waktu,” katanya.

Meski dilakukan pengetatan standar, pemerintah tetap memberikan kesempatan kepada mitra dapur MBG untuk kembali beroperasi setelah menyelesaikan seluruh proses pembenahan.

Menurut Dadan, sebagian besar dapur yang saat ini masih menjalani evaluasi merupakan mitra yang sejak awal ikut mendukung pelaksanaan program MBG.

“Kami menghargai kontribusi para mitra SPPG sejak awal program berjalan. Karena itu, proses pembinaan dan perbaikan dilakukan agar mereka dapat kembali beroperasi dengan kualitas layanan yang lebih baik dan sesuai standar nasional,” imbuhnya.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu program prioritas pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan mendukung tumbuh kembang peserta didik di Indonesia.

Terkini