Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terhadap masa depan masyarakat adat di wilayah proyek strategis nasional tersebut.
Jems mengingatkan bahwa pembangunan nasional tidak boleh berjalan dengan mengorbankan rasa keadilan masyarakat lokal. Ia menandaskan, negara harus hadir melindungi hak rakyat, bukan sekadar memastikan investasi berjalan tanpa hambatan.
“Ketika masyarakat mulai merasa dipinggirkan di atas tanahnya sendiri, maka kepercayaan publik terhadap negara akan runtuh. Dan ketika keadilan mati, perlawanan bisa menjadi kata terakhir,” ujar Jems Masela.