berita

Pedagang Kecewa Eks Pasar Taman Puring Disebut Akan Jadi Taman Difabel, Merasa Janji Pemprov DKI Berubah

Rabu, 20 Mei 2026 | 15:37 WIB
Pedagang Kecewa Eks Pasar Taman Puring Disebut Akan Jadi Taman Difabel, Merasa Janji Pemprov DKI Berubah

JAKARTA, MAHATVA.ID – Ratusan pedagang korban kebakaran Pasar Taman Puring, Jakarta Selatan, mengaku kecewa terhadap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setelah muncul kabar bahwa area bekas pasar akan dialihkan menjadi taman difabel.

Para pedagang menilai harapan mereka untuk kembali berdagang pupus lantaran sebelumnya pemerintah disebut sempat menjanjikan pembangunan kembali Pasar Taman Puring sebagai pasar rakyat yang dikelola melalui sistem koperasi di bawah koordinasi Badan Pengelola Aset Daerah (BPAD).

Keresahan itu muncul setelah para pedagang membongkar lapak dan tenda secara sukarela usai pertemuan dengan pihak pemerintah daerah pada Senin (18/5/2026). Saat itu, mereka diminta membongkar area sementara agar proses penataan kawasan dan pembangunan dapat berjalan lancar.

Namun sehari setelah pembongkaran dilakukan, para pedagang justru dikejutkan dengan munculnya pemberitaan mengenai rencana pengalihfungsian lahan eks Pasar Taman Puring menjadi taman difabel.

“Kami merasa dibohongi. Awalnya masyarakat dijanjikan lokasi ini akan dibangun kembali untuk pedagang dengan dibuka sistem koperasi melalui BPAD. Karena itulah kami mau membongkar lapak secara sukarela. Tapi sekarang malah muncul berita bahwa lokasi ini akan dijadikan taman difabel,” ujar salah seorang perwakilan pedagang di lokasi, Selasa (19/5/2026).

Sebelumnya, pasca kebakaran besar yang melanda Pasar Taman Puring pada Juli 2025, Gubernur DKI Jakarta disebut sempat menyampaikan bahwa lokasi tersebut akan dibangun kembali agar para pedagang dapat kembali menjalankan usaha dengan tempat yang lebih layak.

Namun hingga hampir sembilan bulan setelah kebakaran, para pedagang mengaku belum memperoleh solusi konkret, kepastian relokasi, maupun kejelasan mengenai masa depan tempat usaha mereka.

Menurut para pedagang, lebih dari 500 pedagang terdampak akibat kebakaran tersebut. Kondisi itu membuat banyak keluarga kehilangan sumber penghasilan utama.

Situasi tersebut dinilai semakin memperberat beban ekonomi para pedagang yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas jual beli di Pasar Taman Puring.

Sebagai bentuk protes dan perjuangan mencari kepastian, para pedagang kembali mendirikan tenda perjuangan di kawasan Taman Puring pada Selasa malam.

Ketua Umum Perkumpulan Mahasiswa Peduli Hukum, Ali Wardana, menilai pemerintah belum memberikan kepastian yang dibutuhkan para pedagang korban kebakaran.

“Pedagang ini adalah korban kebakaran dan sudah terlalu lama menunggu kepastian. Seharusnya pemerintah hadir membantu mereka bangkit, bukan malah membuat kebijakan yang berubah-ubah hingga menimbulkan keresahan di tengah masyarakat,” ujar Ali Wardana.

Ia meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, khususnya gubernur, turun langsung menyelesaikan persoalan tersebut serta memberikan penjelasan terbuka mengenai status lahan dan arah pembangunan kawasan Pasar Taman Puring ke depan.

“Kalau memang sebelumnya dijanjikan akan dibangun kembali untuk masyarakat dengan sistem sewa melalui BPAD, maka janji itu harus ditepati. Jangan sampai rakyat kecil merasa dipermainkan oleh pemerintah sendiri,” tambahnya.

Halaman:

Terkini