berita

9 WNI dalam Misi Kemanusiaan Gaza Diduga Ditahan Israel, Kemlu RI Benarkan Penambahan Korban

Rabu, 20 Mei 2026 | 15:26 WIB
9 WNI dalam Misi Kemanusiaan Gaza Diduga Ditahan Israel, Kemlu RI Benarkan Penambahan Korban

JAKARTA, MAHATVA.ID – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI membenarkan jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap atau ditahan tentara Israel dalam misi kemanusiaan menuju Gaza, Palestina, bertambah menjadi sembilan orang.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, membenarkan informasi tersebut saat dikonfirmasi pada Rabu (20/5/2026).

“Betul,” kata Heni singkat terkait adanya penambahan dua WNI yang ditahan Israel.

Informasi penambahan korban sebelumnya disampaikan oleh Global Peace Convoy Indonesia (GPCI). Organisasi tersebut menyebut dua WNI yang berada di Kapal Kars-1 Sadabat turut ditahan oleh pasukan Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Sumud Flotilla 2026 menuju Gaza.

Koordinator Media GPCI, Harfin Naqsyabandy, mengatakan dua relawan yang baru terkonfirmasi ditahan yakni Asad Aras Muhammad dari Spirit of Aqso dan Hendro Prasetyo dari SMART 171.

“Update Asad dan Hendro, konfirmasi intersep kapal Kasr-1 Sadabat. Total sembilan WNI diculik Israel,” ujar Harfin kepada wartawan.

Menurut Harfin, kedua relawan tersebut diketahui telah berada dalam tahanan Israel berdasarkan pemantauan command center Global Sumud Flotilla (GSF) di Turki.

“Pantauan command center GSF di Turki,” jelasnya.

Ia menambahkan, pesan darurat atau SOS dari kedua WNI tersebut sudah diterima sehingga seluruh WNI yang mengikuti misi kemanusiaan armada Sumud Flotilla 2026 dipastikan telah diamankan atau ditahan pihak Israel.

Berikut daftar sembilan WNI yang dilaporkan ditahan tentara Israel dalam misi kemanusiaan menuju Gaza:

  1. Herman Budianto Sudarsono (GPCI – Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro

  2. Ronggo Wirasanu (GPCI – Dompet Dhuafa) – Kapal Zapyro

  3. Andi Angga Prasadewa (GPCI – Rumah Zakat) – Kapal Josef

  4. Asad Aras Muhammad (GPCI – Spirit of Aqso) – Kapal Kasr-1

Halaman:

Terkini