berita

Pangkalan AS di Jerman Diduga Jadi Jalur Pengiriman Senjata ke Israel, Ketegangan Timur Tengah Memanas

Rabu, 20 Mei 2026 | 15:14 WIB
Pangkalan AS di Jerman Diduga Jadi Jalur Pengiriman Senjata ke Israel, Ketegangan Timur Tengah Memanas

JAKARTA, MAHATVA.ID – Pangkalan militer Amerika Serikat di Jerman diduga digunakan sebagai jalur pengiriman senjata dan amunisi skala besar ke Israel di tengah meningkatnya ketegangan kawasan Timur Tengah.

Media Israel Channel 13 melaporkan puluhan pesawat kargo mengangkut senjata dan perlengkapan militer menuju Israel dalam 24 jam terakhir melalui pangkalan militer AS di Jerman.

Laporan tersebut dikutip Anadolu Agency pada Senin (18/5/2026). Disebutkan, militer Israel saat ini berada dalam status siaga tinggi untuk mengantisipasi potensi serangan baru terhadap Iran.

Ribuan Ton Amunisi dari AS Tiba di Israel

Sebelumnya, pada 30 April 2026, Kementerian Pertahanan Israel mengumumkan dua kapal kargo dan sejumlah pesawat militer yang membawa sekitar 6.500 ton amunisi serta kendaraan lapis baja ringan dari Amerika Serikat telah tiba di Israel.

Pengiriman besar-besaran tersebut dinilai sebagai bagian dari penguatan militer Israel di tengah situasi geopolitik yang semakin memanas di kawasan.

Channel 13 juga melaporkan berkembangnya keyakinan di pemerintahan Israel bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump kemungkinan akan memberikan “lampu hijau” untuk operasi militer baru terhadap Iran.

Bahkan, laporan media pekan ini menyebut Amerika Serikat dan Israel telah melakukan berbagai persiapan intensif untuk kemungkinan serangan lanjutan.

Konflik AS-Israel dan Iran Memanas

Ketegangan memuncak setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Dalam operasi tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei serta sejumlah pejabat tinggi pertahanan Iran dilaporkan tewas.

Sebagai balasan, Iran langsung meluncurkan serangan balik pada hari yang sama dan mengambil langkah strategis dengan menutup Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia, guna menekan AS dan Israel.

Langkah Iran tersebut memicu kekhawatiran global terkait stabilitas kawasan dan potensi terganggunya distribusi minyak internasional.

Negosiasi Damai Belum Membuahkan Hasil

Di tengah ketegangan tersebut, Amerika Serikat dan Iran masih berupaya membuka jalur diplomasi melalui perundingan damai. Namun, pertemuan terakhir dilaporkan belum menghasilkan kesepakatan.

Presiden Donald Trump juga beberapa kali melontarkan ancaman keras terhadap Iran terkait program nuklir negara tersebut.

Trump menegaskan Amerika Serikat tidak akan membiarkan Iran memiliki kemampuan nuklir dan mengancam akan “membuat Iran seperti neraka” jika Teheran tetap melanjutkan program pengayaan nuklirnya.

Halaman:

Terkini