Pemerintah Kabupaten Bogor juga menyampaikan apresiasi kepada Tentara Nasional Indonesia yang telah berkontribusi dalam pembangunan fasilitas waste to fuel, yakni teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar minyak.
Fasilitas waste to fuel tersebut dibangun di lokasi yang sama dengan rencana pembangunan PSEL di Leuwiliang.
Kehadiran dua fasilitas pengolahan sampah modern ini diharapkan mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah melalui konversi sampah menjadi energi listrik dan bahan bakar.
“Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, serta berbagai pihak terkait, percepatan pembangunan di wilayah Bogor bagian utara dan barat diyakini akan meningkat secara signifikan,” tutup Rudy.
Pemerintah Kabupaten Bogor optimistis pembangunan infrastruktur yang lebih baik serta pengelolaan lingkungan modern dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.