berita

Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ditjen PAS Tegaskan Hak Pendidikan Warga Binaan

Kamis, 14 Mei 2026 | 13:50 WIB
Ferdy Sambo Kuliah S2 di Lapas Cibinong, Ditjen PAS Tegaskan Hak Pendidikan Warga Binaan

BOGOR, MAHATVA.ID – Ferdy Sambo diketahui tengah menjalani pendidikan program magister (S2) dari dalam lapas. Hal tersebut dibenarkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) yang menegaskan bahwa seluruh warga binaan memiliki hak untuk memperoleh pendidikan tanpa terkecuali.

Kasubdit Kerja Sama Ditjen PAS Rika Aprianti mengatakan hak pendidikan bagi warga binaan telah diatur dalam Pasal 9 huruf c Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

“Begitu juga di Lapas Cibinong, semua warga binaan diberi kesempatan yang sama untuk dapat melanjutkan pendidikan formal, seperti yang saat ini terus berjalan yaitu pendidikan Kejar Paket A, B, dan C yang telah diikuti oleh 88 warga binaan sejak tahun 2024, sampai dengan perguruan tinggi,” ujar Rika kepada awak media, Rabu (13/5/2026).

Rika menjelaskan, Lapas Cibinong telah menjalin kerja sama dengan Sekolah Tinggi Global Glow Indonesia (STGGI) dalam penyediaan program beasiswa S1 dan S2 Teologi bagi warga binaan beragama Nasrani.

Menurutnya, Ferdy Sambo menjadi salah satu warga binaan yang berminat mengikuti program pendidikan tersebut.

“Yang salah satu warga binaan yang berminat untuk mengikuti program tersebut adalah Ferdy Sambo,” kata Rika.

Perkuliahan disebut dilaksanakan secara daring atau online dari dalam Lapas Cibinong dengan pengawasan pihak lapas sesuai ketentuan yang berlaku.

Ditjen PAS menegaskan pemberian hak pendidikan dilakukan secara terbuka, objektif, dan tidak diberikan secara khusus kepada narapidana tertentu.

“Seluruh warga binaan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengikuti program pembinaan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Rika.

Ia menambahkan, program pendidikan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia warga binaan agar dapat kembali berkontribusi positif di tengah masyarakat setelah menjalani masa pidana.

Rika juga mengungkapkan bahwa program pendidikan tinggi bagi warga binaan sebenarnya bukan hal baru di lingkungan pemasyarakatan Indonesia.

Salah satu contohnya adalah program “Kampus Kehidupan” di Lapas Pemuda Tangerang yang telah berjalan sejak 2019 bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.

“Bahkan Lapas Pemuda Tangerang telah menghasilkan puluhan sarjana dari dalam lapas,” jelasnya.

Program pendidikan di lapas tersebut dinilai menjadi bagian dari sistem pembinaan modern yang menitikberatkan pada rehabilitasi, peningkatan kapasitas intelektual, dan reintegrasi sosial warga binaan.

Terkini