berita

Inovasi Lapas Cibinong: Bebek Peking Ungkep El’Cibi Jadi Produk Unggulan Karya Warga Binaan

Kamis, 7 Mei 2026 | 00:32 WIB
Inovasi Lapas Cibinong: Bebek Peking Ungkep El’Cibi Jadi Produk Unggulan Karya Warga Binaan

BOGOR, MAHATVA.ID – Lapas Kelas IIA Cibinong terus menunjukkan inovasi dalam program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Salah satu hasil nyatanya adalah produk kuliner unggulan Bebek Peking Ungkep El’Cibi yang diproduksi langsung oleh warga binaan melalui pelatihan keterampilan pengolahan pangan, Rabu (6/5/2026).

Produk ini menjadi bukti konkret bahwa program pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek hukum, tetapi juga mampu menciptakan keterampilan kerja sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomis dan berdaya saing.

Proses produksi Bebek Peking Ungkep El’Cibi dilakukan secara menyeluruh oleh warga binaan, mulai dari pemilihan bahan baku bebek peking berkualitas, proses pembersihan, peracikan bumbu rempah, pengungkepan, hingga pengemasan secara higienis dan profesional.

Menariknya, bahan baku utama berasal dari hasil program peternakan bebek pedaging yang juga dikembangkan di dalam lapas. Hal ini menciptakan sistem pembinaan terintegrasi dari hulu ke hilir, mulai dari budidaya hingga menjadi produk siap konsumsi.

Kepala Lapas Cibinong, Wisnu Hani Putranto, menyampaikan bahwa inovasi ini merupakan wujud komitmen dalam menghadirkan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan.

“Bebek Peking Ungkep El’Cibi merupakan hasil nyata dari proses pembinaan kemandirian. Program ini tidak hanya memberikan keterampilan teknis, tetapi juga menanamkan semangat kerja, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan bagi warga binaan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Program ini juga sejalan dengan kebijakan nasional melalui Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mendorong pembinaan produktif, khususnya melalui implementasi program akselerasi yang menitikberatkan pada ketahanan pangan dan pemberdayaan warga binaan berbasis keterampilan.

Salah satu warga binaan yang terlibat, berinisial K, mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti program tersebut.

“Saya belajar mulai dari proses pengolahan makanan, menjaga standar kebersihan, hingga membuat produk yang layak jual. Ini menjadi bekal penting bagi saya setelah bebas nanti,” ungkapnya.

Melalui inovasi ini, Lapas Cibinong kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan hukum, tetapi juga mendorong pemberdayaan warga binaan agar menjadi pribadi yang mandiri, produktif, dan siap berkontribusi positif di tengah masyarakat.

Terkini