berita

Defisit APBN Tembus Rp240,1 Triliun per Maret 2026, Pemerintah Pastikan Tetap di Bawah 3% PDB

Rabu, 6 Mei 2026 | 15:53 WIB
Defisit APBN Tembus Rp240,1 Triliun per Maret 2026, Pemerintah Pastikan Tetap di Bawah 3% PDB

JAKARTA, MAHATVA.ID – Indonesia mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp240,1 triliun per 31 Maret 2026, atau setara 0,93% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp99,8 triliun atau 0,41% PDB.

Data tersebut menunjukkan tekanan fiskal pada awal tahun anggaran, seiring lonjakan belanja negara yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pendapatan.

Keseimbangan Primer Berbalik Defisit

Keseimbangan primer juga mengalami defisit sebesar Rp95,8 triliun, melampaui batas maksimal APBN 2026 sebesar Rp89,7 triliun. Padahal, pada Maret 2025 posisi ini masih mencatat surplus Rp21,9 triliun.

Defisit keseimbangan primer mencerminkan bahwa pendapatan negara belum mampu menutup belanja di luar pembayaran bunga utang, sehingga pemerintah harus meningkatkan pembiayaan melalui penarikan utang.

Pemerintah Pastikan Defisit Terkendali

Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pemerintah tetap menjaga defisit APBN dalam batas aman.

“Sepanjang tahun akan kami kendalikan di bawah 3% sesuai dengan desain APBN. Belanja selalu bisa kita kendalikan, penerimaan juga bisa kami tingkatkan,” ujarnya dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta, dikutip Selasa (5/5/2026).

Pendapatan Tumbuh, Belanja Melonjak

Hingga akhir Maret 2026, pendapatan negara tercatat sebesar Rp574,9 triliun atau tumbuh 10,5% secara tahunan. Angka ini setara 18,2% dari target APBN 2026 sebesar Rp3.153 triliun.

Namun, di sisi lain, belanja negara melonjak lebih tinggi, yakni mencapai Rp815 triliun atau naik 31,4% secara tahunan, setara 21,2% dari pagu Rp3.842 triliun.

Kondisi ini menyebabkan defisit melebar dan meningkatkan kebutuhan pembiayaan anggaran.

Pembiayaan Naik Tipis

Kebutuhan pembiayaan anggaran tercatat sebesar Rp257,4 triliun atau meningkat 1,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Realisasi ini setara 37,3% dari target tahunan sebesar Rp689,1 triliun.

Sinyal Tekanan Fiskal di Awal Tahun

Pemerintah menargetkan pola belanja yang lebih merata sepanjang tahun guna menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Namun, kinerja fiskal pada kuartal I ini menjadi sinyal adanya tekanan yang perlu diantisipasi hingga akhir tahun.

Meski demikian, dengan strategi pengendalian belanja dan peningkatan penerimaan pajak, pemerintah optimistis stabilitas fiskal tetap terjaga sesuai batas defisit yang ditetapkan.

Terkini