berita

Dedi Mulyadi Soroti Kerusakan Tata Ruang Bogor, Picu Banjir hingga Jakarta

Selasa, 5 Mei 2026 | 22:31 WIB
Dedi Mulyadi Soroti Kerusakan Tata Ruang Bogor, Picu Banjir hingga Jakarta

BOGOR, MAHATVA.ID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kerusakan tata ruang di wilayah Bogor menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya bencana banjir dan longsor dalam beberapa tahun terakhir. Dampaknya bahkan meluas hingga wilayah hilir seperti Jakarta.


Menurut Dedi, perubahan fungsi lahan secara masif di kawasan resapan air dan perbukitan telah mengganggu keseimbangan lingkungan yang selama ini menjadi pelindung alami kawasan Bogor.


“Saya sangat memahami berbagai problem kerusakan alam di Kabupaten Bogor. Banyak banjir dan longsor itu disebabkan perubahan tata ruang,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (5/5/2026).


Ia menjelaskan, banyak lahan hijau yang sebelumnya berfungsi sebagai daerah resapan air dan penahan longsor kini beralih menjadi kawasan permukiman maupun pembangunan lainnya. Perubahan tersebut terjadi dalam skala luas sejak kebijakan tata ruang di masa sebelumnya, sehingga memperbesar risiko bencana setiap musim hujan.


Dedi menekankan bahwa posisi Bogor sangat strategis sebagai kawasan penyangga lingkungan bagi wilayah aglomerasi yang lebih luas, termasuk Bekasi dan Karawang.


“Bogor itu bukan hanya untuk masyarakat Bogor. Bogor menjaga Bekasi, Karawang, hingga Jakarta,” tegasnya.


Secara khusus, ia menyoroti kawasan Sukamakmur yang dinilai mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Perbukitan di wilayah tersebut banyak dialihfungsikan menjadi kawasan perumahan, sehingga meningkatkan potensi longsor sekaligus mempercepat aliran air ke daerah hilir yang berujung banjir.


Halaman:

Terkini