berita

Atasi Sampah dari Hilir, Pemkab Bogor Integrasikan Bankeu Infrastruktur Desa 2026

Minggu, 3 Mei 2026 | 13:31 WIB
Atasi Sampah dari Hilir, Pemkab Bogor Integrasikan Bankeu Infrastruktur Desa 2026


BOGOR, MAHATVA.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bersama Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) sepakat memperkuat penanganan sampah berbasis desa melalui program Bantuan Keuangan (Bankeu) Infrastruktur Desa Tahun 2026.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menggelar pertemuan dengan jajaran APDESI Kabupaten Bogor guna mematangkan regulasi pemanfaatan Bankeu tahun ini.

“Kami sudah melakukan pembahasan dengan Ketua APDESI dan perwakilan DPK untuk menyempurnakan juklak dan juknis Perbup terkait Bankeu Infrastruktur Desa,” ujar Rudy usai rapat di Pendopo Bupati Bogor.

Menurutnya, persoalan sampah menjadi salah satu prioritas utama yang harus ditangani mulai dari tingkat desa. Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan sistem pengelolaan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

“Bankeu tahun ini tidak hanya difokuskan pada infrastruktur dan sosial kemasyarakatan, tetapi juga pengelolaan sampah. Kami ingin persoalan ini bisa diselesaikan dari masing-masing desa,” jelasnya.

Rudy memaparkan, berdasarkan data terbaru, jumlah penduduk Kabupaten Bogor telah mencapai lebih dari 6 juta jiwa. Dengan asumsi produksi sampah sebesar 0,5 kilogram per orang per hari, total sampah yang dihasilkan bisa mencapai 3.000 ton per hari.

Namun, kapasitas pengangkutan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) saat ini baru mampu menangani sekitar 1.500 ton per hari.

“Pengangkutan sampah 1.500 ton per hari itu membutuhkan anggaran lebih dari Rp100 miliar per tahun. Karena itu, penanganan dari hilir di tingkat desa menjadi solusi yang lebih efisien sekaligus memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan,” terangnya.

Sementara itu, Ketua APDESI Kabupaten Bogor, Abdul Aziz Anwar, menyatakan kesiapan desa dalam mendukung program tersebut, terutama dalam penyediaan lahan dan infrastruktur pengelolaan sampah.

“Minimal sampah tidak keluar dari desa. Kami akan siapkan lahan untuk pengelolaan. Bupati juga memastikan anggaran Bankeu segera dicairkan agar desa bisa langsung bergerak,” ujarnya.

Program ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam mengurangi beban TPA, sekaligus mendorong desa-desa di Kabupaten Bogor menjadi lebih mandiri dalam pengelolaan sampah berbasis lingkungan dan ekonomi sirkular.

Terkini