MAHATVA.ID -Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Desa Romnus, Kecamatan Wuarlabobar, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menjadi panggung penegasan arah: pendidikan harus ditopang bersama, tidak lagi berjalan sendiri.
Upacara gabungan SMP Negeri 6 Wuarlabelobar dan SD Inpres Romnus berlangsung khidmat di alun-alun desa, Sabtu (2/5) pukul 09.00-11.00 WIT.
Dalam sambutannya Lambatir menegaskan pendidikan sebagai fondasi yang menentukan masa depan desa. Ia meminta seluruh elemen menempatkan pendidikan sebagai prioritas nyata, bukan sekadar seremonial.
“Pendidikan adalah dasar kemajuan bangsa. Nilainya harus ditanamkan sejak dini,” tegasnya di hadapan peserta.
Lebih jauh, ia mengingatkan peran pemerintah desa tidak boleh pasif. Dukungan kebijakan dan pengawasan sosial disebut krusial untuk menjaga ritme belajar anak-anak.
Berikutnya, sorotan diarahkan ke rumah tangga sebagai pusat pembentukan karakter. Lambatir menekankan peran orang tua sebagai penentu kesinambungan pendidikan di luar sekolah.
“Guru memiliki batas waktu di sekolah, tetapi orang tua memegang tanggung jawab penuh setelah itu,” ujarnya.
Di sisi lain, para guru diminta menjaga konsistensi dan kualitas pengajaran. Keteguhan mendidik dinilai sebagai kunci lahirnya generasi mandiri dan berdaya saing.
Menutup sambutan, ia mengajak seluruh elemen desa membangun kolaborasi konkret lintas peran.
“Kemajuan pendidikan tidak bisa dikerjakan sendiri; butuh kerja bersama antara guru, orang tua, dan pemerintah desa,” tegasnya, seraya menilai sinergi sebagai kunci mempercepat peningkatan mutu pendidikan di Romnus secara berkelanjutan.
Momentum ini mengirim pesan tegas: masa depan Romnus bergantung pada kualitas pendidikan hari ini. Tanpa sinergi, ketertinggalan akan terus berulang.