Pihak yang diadukan adalah PT Brantas Abipraya selaku pelaksana proyek. AJB menilai perusahaan memiliki tanggung jawab atas pengaturan aktivitas dan sistem pengamanan di lokasi pembangunan.
Dalam laporan tersebut, AJB turut melampirkan dokumentasi kejadian serta keterangan saksi. Mereka mendesak kepolisian segera melakukan klarifikasi dan mengusut pihak yang bertanggung jawab.
Ujian Transparansi Proyek Publik
Kasus ini menjadi ujian serius bagi transparansi proyek negara. Ketika akses pers dibatasi, yang dipertaruhkan bukan hanya kerja jurnalistik, tetapi juga hak publik untuk mengetahui penggunaan anggaran dan jalannya pembangunan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Brantas Abipraya belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan sebagai bagian dari prinsip keberimbangan informasi.
Jika benar terjadi penghalangan, maka ini bukan sekadar insiden teknis di lapangan-melainkan sinyal keras tentang rapuhnya komitmen terhadap keterbukaan informasi di ruang publik.