berita

Jelang May Day 2026, Buruh di Kabupaten Bogor Ajukan 11 Tuntutan, Soroti Moratorium Pabrik Semen

Rabu, 29 April 2026 | 21:50 WIB
Jelang May Day 2026, Buruh di Kabupaten Bogor Ajukan 11 Tuntutan, Soroti Moratorium Pabrik Semen

Bogor, MAHATVA.ID – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional 2026 yang jatuh pada Jumat, 1 Mei 2026, Ketua DPC Federasi Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan Kabupaten Bogor, Mujimin, menyampaikan 11 tuntutan buruh yang akan disuarakan dalam aksi nasional.

Salah satu tuntutan utama yang menjadi sorotan adalah desakan moratorium pendirian pabrik semen baru di Indonesia. Mujimin menilai, industri semen saat ini sudah mengalami kelebihan pasokan dan berpotensi merugikan perusahaan yang telah lama beroperasi.

“Moratorium pabrik baru, terutama industri semen, karena material semen sudah cukup banyak dieksplorasi di hampir setiap daerah. Di sisi lain, ada dugaan penguasaan oleh pengusaha tertentu yang membuat perusahaan lama terancam,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Menurutnya, kondisi buruh di Kabupaten Bogor saat ini cukup memprihatinkan. Banyak perusahaan yang relokasi ke daerah lain, sementara persoalan upah di bawah standar masih ditemukan.

Meski Upah Minimum Regional (UMR) Kabupaten Bogor berada di kisaran Rp5,1 juta per bulan—lebih tinggi dibandingkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Barat sekitar Rp2,3 juta—namun realisasi di lapangan disebut belum sepenuhnya sesuai.

Aksi May Day 2026 rencananya akan dipusatkan di kawasan Monas dan Gedung DPR RI di Jakarta, serta di Bandung. Sementara di Kabupaten Bogor, peringatan akan diisi dengan kegiatan sarasehan dan kebersamaan.

Di sisi lain, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bogor, Nana Mulyana, menanggapi tingginya angka pengangguran dengan menyiapkan berbagai program pelatihan kerja.

Ia menyebut, pihaknya memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) dan Career Center yang fokus mencetak tenaga kerja terampil, termasuk untuk kebutuhan industri dalam negeri maupun luar negeri.

“Kami menyediakan pelatihan selama satu bulan penuh bagi pencari kerja, khususnya lulusan SMA dan SMK. Fokusnya pada industri kreatif, produksi digital, serta peluang kerja ke luar negeri yang saat ini cukup tinggi,” jelasnya.

Nana juga mendorong dunia pendidikan untuk menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri guna menekan angka pengangguran yang saat ini berada di kisaran 7 persen di Kabupaten Bogor.

Dengan meningkatnya jumlah angkatan kerja, sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri dinilai menjadi kunci dalam menciptakan lapangan kerja yang lebih luas dan berkelanjutan.

Terkini